DetikNews
Selasa 08 Januari 2019, 20:30 WIB

Sopir Travel di Bandung Terapkan Standar Tarif Jasa Wisata

Tri Ispranoto - detikNews
Sopir Travel di Bandung Terapkan Standar Tarif Jasa Wisata Ketua IP2B Marsalino (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung (IP2B) menggelar pertemuan untuk membahas tarif jasa transportasi wisata di Kota Bandung. Sebab tidak ada standar harga yang akhirnya menyebabkan persaingan tidak sehat.

Ketua IP2B Marsalino mengatakan sejak 2011 lalu harga sewa semakin tidak menentu dan terjadi persaingan. Terlebih semenjak munculnya transportasi berbasis online yang sebenarnya tidak diperuntukkan sebagai wisata.

"Kita bahas hari ini mengenai standarisasi ini. Semoga ada kesepakatan bersama yang bisa diterapkan di lapangan," kata Marsalino usai pertemuan di Hotel El Royale, Selasa (8/1/2019).

Standar harga tersebut akan terbagi dalam beberapa hal. Pertama mengenai sewa unit per 12 jam rata-rata Rp 200 ribu (jenis MPV). Lalu upah pengemudi dan operasional lain Rp 250 ribu. Sisanya Rp 50 ribu fee travel.

"Jadi kalau seperti itu, standar kita minimal Rp 500 ribu. Tapi kan selama ini ada yang sampai menerapkan Rp 250-300 ribu, secara logika saya enggak ngerti mereka pakai rumus apa," katanya.

Sopir Travel di Bandung Terapkan Standar Tarif Jasa WisataWali Kota Bandung Oded M Danial saat menyampaikan sambutan pada acara IP2B. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Ia menilai standarisasi tersebut penting lantaran untuk kesejahteraan pengemudi. Selain itu, uang yang dikeluarkan wisatawan akan sebanding dengan fasilitas dan kenyamanan.

Marsalino mengatakan ada standar khusus yang diterapkan dalam IP2B. Pengemudi yang tergabung dalam organisasi tersebut bekerja menggunakan seragam dan membawa dua tanda pengenal yakni, IP2B dan travel tempat mereka bekerja.

"Kemudian kita pastikan pelayanan yang diberikan prima. Di kendaraan selalu tersedia air mineral, WiFi dan pengemudi dipastikan profesional minimal bisa bahasa Melayu dan Inggris. Terakhir, setiap selesai wisatawan akan diberi cenderamata," ucap Marsalino.

Guna memudahkan wisatawan mendapat pelayanan tersebut, IP2B telah memiliki aplikasi bernama Kemudi yang bisa diunduh di Playstore. Melalui aplikasi tersebut wisatawan bisa dengan mudah menyewa jasa dari pengemudi yang tergabung dalam IP2B.

Perintis IP2B Eka Lesmana masih yakni harga Rp 500 ribu yang akan disepakati diminati oleh wisatawan. Sebab IP2B memiliki standar yang mengedepankan pelayanan prima pada wisatawan.

"Kita juga 24 jam on call, termasuk soal pengaduan," ucapnya.

Eka mengatakan standar tersebut diperlukan untuk meminimalisir persaingan antar pengemudi ditambah dengan maraknya transportasi online. "Online juga sekarang merambah ke jasa pariwisata. Maka yang kita tawarkan adalah pelayanan prima dan profesionalitas dalam pariwisata," ujar Eka.

Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap para pengemudi di IP2B bisa memberikan kesan positif pada wisatawan. Sehingga wisatawan akan terus datang berkunjung ke Kota Bandung.

"Pokokna mah para pengemudi kudu someah hade ka semah (Pokoknya para pengemudi harus ramah kepada tamu). Itu bisa jadi daya tarik supaya wisatawan kembali ke Kota Bandung," ucapnya.

Oded berpesan agar para pengemudi dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai profil Kota Bandung. Sekaligus menjadi agen pemerintah dalam mengenalkan potensi dan program yang ada di Kota Bandung. Salah satunya program mengenai sampah, Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman).
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed