Geger Teror 'Orang Gila' dan Penganiayaan Ulama di Jabar - Halaman 2

Kaleidoskop 2018

Geger Teror 'Orang Gila' dan Penganiayaan Ulama di Jabar

Wisma Putra, Dony Indra Ramadhan, Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 31 Des 2018 12:23 WIB
Rekosntruksi kasus penganiayaan ustaz Prawoto. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Rekosntruksi kasus penganiayaan ustaz Prawoto. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

2. Prawoto Meninggal Dianiaya Tetangga

Uztaz Prawoto (40) bersimbah darah. Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) itu tewas di tangan tetangganya sendiri Asep Maftuh (45). Dugaan awal pelaku mengalami gangguan jiwa, namun dalam persidangan tak terbukti. Asep divonis 7 tahun penjara.

Peristiwa maut yang menimpa Prawoto berlangsung pada 1 Februari 2018 di dekat rumahnya,Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Dia dipukul Asep menggunakan pipa besi.


Peristiwa berawal saat Asep tiba-tiba merusak kediaman Prawoto. Korban kemudian keluar rumah untuk mengecek. Namun saat Prawoto keluar, Asep justru memukul Prawoto. Korban berusaha menyelamatkan diri. Usai berlari sejauh 500 meter, Prawoto terjatuh. Saat terjatuh itulah Prawoto dianiaya dengan cara dipukul menggunakan pipa besi.

Prawoto sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. Pada pukul 16.00 WIB tadi Prawoto mengembuskan napas terakhirnya. Polisi menangkap pelaku.

Geger Teror 'Orang Gila' dan Penganiayaan Ulama di JabarAsep Maftuh pelaku penganiayaan ustaz Prawoto. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Pada 23 Februari 2018, berkas kasus penganiayaan Prawoto dilimpahkan ke Kejari Bandung. "Proses hukum untuk tindak pidana yang menyebabkan (Prawoto) meninggal sudah masuk tahap satu ke Kejaksaan," ucap Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di kantor PP Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat 23 Februari 2018.

Kasus penganiayaan Prawoto mulai masuk ke meja hijau pada Kamis 24 Mei 2018. Dalam persidangan, Asep didakwa melakukan pembunuhan berencana. Jaksa penuntut umum Kejari Bandung, Dina B.A Situmorang langsung membacakan surat dakwaan terhadap Asep. Ada dua dakwaan yang dibacakan. Pada dakwaan pertama, jaksa mendakwa Asep dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana.

Sementara dakwaan kedua, Asep didakwa Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Pasal tersebut mendakwa Asep melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.


Asep Maftuh, terdakwa pembunuhan Komandan Brigade PP Persis Prawoto, dituntut hukuman 6,5 tahun bui. Jaksa menyebut Asep terbukti membunuh ustaz Prawoto. Tuntutan tersebut terungkap saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 26 Juli 2018.

Kasus penganiayaan yang menewaskan Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) ustaz Prawoto memasuki babak akhir. Asep Maftuh, terdakwa pembunuh Prawoto, divonis 7 tahun penjara. Sidang vonis digelar di ruang 1 Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 23 Agustus 2018. Mengenakan baju muslim berwarna putih dan berpeci hitam, Asep hanya duduk memandang hakim yang dipimpin Wasdi Permana dari kursi pesakitan.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Maftuh alias Asep Maftuh selama tujuh tahun," ucap hakim.

Asep awalnya diduga mengalami gangguan jiwa saat perbuatannya menghabisi nyawa Prawoto. "Bahwa terdakwa masih bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga tidak mengalami gangguan jiwa," kata ketua majelis hakim Wasdi Permana saat membacakan amar putusan di ruang 1 Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 23 Agustus 2018.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3