Malam Tahun Baru, Pasupati dan Jembatan Pelangi Dipagar Betis

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 26 Des 2018 14:15 WIB
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Sebanyak 1.217 personel gabungan TNI, Polri dan pemerintah siap mengamankan malam pergantian tahun 2018 ke 2019 di Kota Bandung.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina mengatakan personel tersebut akan disebar di seluruh titik keramaian terutama Jalan Asia Afirka dan Jalan Ir H Djuanda (Dago).

"Dua tempat itu biasanya menjadi pusat keramaian masyarakat. Kita akan gelar personel di sana," ujar Agung di Taman Sejarah, Kota Bandung, Rabu (26/12/2018).

Nantinya, kata Agung, para personel akan melakukan pengamanan dan imbauan agar warga tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Selain itu warga akan diarahkan untuk tidak menggunakan badan jalan agar arus lalu lintas tetap normal.

Kepolisian juga akan membuat pagar betis di Flyover Pasupati dan Jembatan Pelangi Antapani agar kendaraan tidak berhenti saat merayakan malam pergantian tahun.

"Karena dari tahun-tahun sebelumnya banyak masyarakat sengaja berhenti dan diam di Flyover Pasupati dan Jembatan Pelangi, ini cukup berbahaya," ucapnya.



Menurut Agung larangan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi kerawanan dan bahaya. Terlebih dua jembatan tersebut dibuat sebagai perlintasan dan bukan untuk berhenti, menampung banyak kendaraan dan orang.

"Jembatan ini untuk perlintasan kendaraan, tonasenya sudah dibatasi. Kalau masyarakat diam di atas terjadi stak, tidak bergerak, bisa menimbulkan bahaya lain," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, Agung memastikan tidak ada larangan atau penyekatan bagi warga luar yang akan masuk ke Kota Bandung. Namun ia meminta agar warga tetap bersabar dan disiplin dalam berkendara.

"Kemarin puncak malam Natal itu sampai 25 ribu kendaraan masuk Kota Bandung, kemungkinan tahun baru juga sama, bahkan lebih. Kita upayakan arus lalu lintas normal tidak ada pengalihan. Kalau pun ada kepadatan, kita rekayasa," ujar Agung.

(tro/ern)