DetikNews
Rabu 26 Desember 2018, 11:10 WIB

Kaleidoskop 2018

Misteri Sukabumi: Batu Bersusun, Pulang Setelah 1,5 Tahun Tenggelam

Syahdan Alamsyah - detikNews
Misteri Sukabumi: Batu Bersusun, Pulang Setelah 1,5 Tahun Tenggelam Foto: Usman Hadi/detikcom
Sukabumi - Sepanjang 2018 di Sukabumi, beragam cerita misteri dan heboh sempat menggemparkan warganet, satu-persatu misteri itu bisa terurai dan dijelaskan dengan logika.

Mulai dari Bungker Karamat, batu bersusun hingga seorang ibu yang dinyatakan hilang tenggelam kemudian pulang dalam keadaan utuh, bagaimana kisahnya?

Januari 2018 - Misteri Bungker Karamat

Dua warga Sukabumi heran, saat menggali septic tank di halaman belakang rumah milik Susatyo (76) warga Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Selasa (16/1/2018), berkali-kali linggis mereka menghantam benda keras misterius.

Fajar Wibawa (31) dan Deden Maulana (35), kemudian membersihkan dinding tembokan tersebut. Keduanya mengira jika tembok yang mereka hantam itu adalah makam tua.

"Saya sempat takut, awalnya pas dibersihkan dari ujung ke ujung bentuknya memanjang mirip makam," kata Deden kepada detikcom, Selasa (16/1/2018).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi hingga Tim Speleologi dan Caving Spelcabumi turun tangan mengecek temuan lubang mirip bungker tersebut. Hasilnya, lubang tersebut diduga merupakan terowongan air tempo dulu yang digunakan oleh Belanda.

Februari 2018 - Batu Bersusun Misterius di Sungai

Batu bersusun rapi sebanyak 90 buah berjejer di aliran sungai Kampung Cibojong, RT 01 RW 01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto dan video batu itu viral di media sosial.

Tak cuma itu, batu yang berjejer di sungai Cidahu tersebut juga banyak yang menyangkutpautkan dengan hal mistis dan fenomena alam. Meski sempat menjadi perdebatan seru di media sosial postingan itu kemudian viral.

Cerita tentang postingan batu bersusun tersebut sampai ke telinga Ading Ismail, Camat Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Selaku pimpinan administrasi wilayah Ading resah dan langsung melakukan kunjungan ke lokasi batu bersusun tersebut.

Susunan batu-batu itu kemudian dihancurkan oleh Muspika Kecamatan dan MUI karena dikaitkan dengan hal-hal mistis. "Setelah mendapat informasi saya langsung ke lokasi, saya serap informasi dari warga yang mengaku melihat sejumlah orang yang membuat batu-batu itu menjadi bersusun. Dan Alhamdulillah, hari itu juga saya bersama aparat MUI dan Muspika Kecamatan Cikidang langsung menghancurkan batu-batu itu," kata Ading Ismail, Camat Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi melalui sambungan telepon dengan detikcom, Sabtu (3/2/2018).

Menjelang akhir Februari, misteri terungkap. Pria yang bertanggung jawab di balik batu bersusun itu bernama Rahmat Apandi (30). Polisi dan warga pun meminta Rahmat menunjukkan kepiawaiannya. Masih di sungai yang sama satu persatu batu dia susun hingga dalam satu menit satu susun batu selesai dia kerjakan.

Batu bersusun buatan Rahmat berdiri setinggi 1 meter, ada 8 susun batu dengan kondisi terbawah batu besar dan mengecil ke atas.

Juli 2018 - Nining, Hilang Tenggelam Lalu Pulang

Sempat dinyatakan hilang tenggelam 1,5 tahun lalu, Nining Sunarsih (52) warga Kampung Cibunar, RT 05 RW 02, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, pulang dengan kondisi basah kuyup dan badan penuh pasir pada Minggu (1/6/2018) dini hari.

Nining sendiri sempat dikabarkan tenggelam pada 8 Januari 2017 di Pantai Palabuhanratu, Sukabumi. Saat itu Nining terseret ombak hingga ke tengah, sejumlah saksi bahkan sempat melihat Nining saat melambaikan tangan meminta tolong saat terbawa arus.

Kasus Nining menyedot perhatian publik secara luas, khawatir dikaitkan dengan hal mistis polisi dan tim medis bergerak cepat melakukan investigasi.

Motif asli Nining akhirnya terungkap, Nining ternyata merekayasa cerita agar bisa melarikan diri dari jeratan utang di bank.

"Nining sempat curhat dia punya utang ke Bank kepada DD sang adik, itu diutarakan Nining dua hari sebelum keluarga dan tetangga berwisata ke Palabuhanratu. Saat itulah ada yang menyusun skenario, seolah Bu Nining ini hilang lama kelamaan ceritanya berubah seolah Nining ini hilang karena tenggelam," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada awak media, Jumat (6/7/2018).

Berbekal surat kematian Nining, akhirnya pihak bank membebaskan utang Nining Rp 30 juta. Kasus ini tidak berlanjut ke pidana. Pihak bank tidak melaporkan Nining.
(sya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed