DetikNews
Minggu 16 Desember 2018, 18:09 WIB

1.000 Emak-emak Bandung Ikuti Lomba Karedok 'Zero Waste'

Tri Ispranoto - detikNews
1.000 Emak-emak Bandung Ikuti Lomba Karedok Zero Waste Lomba ini digelar dalam rangka HUT ke-11 Sekolah Ibu PKS Kota Bandung sekaligus deklarasi dukungan terhadap program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman). (Foto: Dok.DPD PKS Kota Bandung)
Bandung - Sebanyak 1.000 emak-emak mengikuti lomba membuat panganan khas Sunda, karedok, di GOR Pajajaran, Kota Bandung. Bedanya, karedok tidak hanya dinilai dari rasa tapi dilihat dari paling sedikit sampah yang dihasilkan.

Lomba tersebut digelar dalam rangka HUT ke-11 Sekolah Ibu PKS Kota Bandung sekaligus deklarasi dukungan terhadap program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) yang diinisiasi Pemkot Bandung terkait pengurangan sampah.

Ketua panitia lomba Sinta Ratna Dewi mengatakan pemenang tidak hanya ditentukan dari rasa. Tapi penilaian dilakukan dari peserta yang paling sedikit menghasilkan sampah saat membuat karedok.

"Jadi karedok 'zero waste' itu ibu-ibu bawa ulekan sendiri dari rumah, bawa sendok, tumbler dan misting. Jadi enggak ada sampahnya. Makanya kalau bisa makanannya juga harus habis, itu jadi penilaian juri. Jadi diharapkan peserta juga sadar setelah dari sini enggak meninggalkan sampah," ujar Dewi dalam rilisnya, Minggu (16/12/2018).

1.000 Emak-emak Bandung Ikuti Lomba Karedok 'Zero Waste'Peserta karedok 'zero waste' di Bandung. (Foto: Dok.DPD PKS Kota Bandung)
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Kota Bandung Siti Nurjanah mengatakan lomba karedok dan deklarasi Balad 'Kang Pisman' ini sebagai bagian HUT Sekolah Ibu yang sudah ada sejak 2007 silam.

Sehingga, kata Siti, dalam acara diikuti oleh ribuan ibu di Kota Bandung. Selain mengikuti lomba dan deklarasi, mereka juga memamerkan sejumlah produk unggulan dari hasil Sekolah Ibu seperti kerajinan, daur ulang sampah hingga kuliner.

"Momen Desember ini pas hari ibu juga. Kita sekarang sudah 11 tahun berkiprah untuk Bandung. Sekarang sudah ada 184 unit Sekolah Ibu di 151 kelurahan dan 30 kecamatan dengan 2.984 anggota, kalau yang hadir sekarang lebih dari 1.000 orang," katanya.

Siti menjelaskan Sekolah Ibu sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh perempuan dari berbagai kalangan dan usia di Kota Bandung. Mereka kini bisa lebih kreatif dan mandiri sekaligus memperoleh bekal dalam membina keluarga.

Ketua DPD PKS Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan keberadaan Sekolah Ibu adalah bukti jika PKS berkomitmen membangun Kota Bandung sejak lama dan bukan sekadar muncul saat pemilu.

"PKS bukan partai 5 tahunan, terbukti kita telah bisa menciptakan 150-an Sekolah Ibu," ucap pria yang juga anggota DPRD Kota Bandung itu.

Menurut Tedy, saat ini 25 ribu pemuda di Kota Bandung menjadi korban narkoba atau dua hingga tiga orang setiap RT. Sehingga ia berharap keberadaan Sekolah Ibu bisa menjadi salah satu benteng agar pemuda terhindar dari narkoba dan memiliki kepedulian sekaligus menjadi sosok yang bermanfaat.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed