Kejati Jabar Selidiki Fakta Baru Dugaan Korupsi Sekda Tasik

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 27 Nov 2018 13:33 WIB
Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir keluar dari mobil tahanan saat tiba di kantor Kejati Jabar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Penyelidikan kasus dugaan korupsi 'sunat' dana hibah 21 yayasan di Kabupaten Tasikmalaya yang melibatkan Sekretaris Daerah (Selda) Abdul Kodir belum usai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar yang telah menerima pelimpahan dari polisi, masih bisa melakukan penyelidikan.

"Kalau ada fakta baru dari persidangan yang terungkap, tidak menutup kemungkinan melakukan penyelidikan lagi," ucap Koordinator Jaksa Kejati Jabar Andi Adika kepada detikcom, Selasa (27/11/2018).


Andi menuturkan kejaksaan memiliki wewenang dalam menyelidiki perkara tersebut. Sehingga kasus itu tidak akan cukup dengan pelimpahan berkas dari penyidik Polda Jabar.

"Tidak berhenti. Semua punya kewenangan. Tapi jangan tumpang tindih," kata dia.

Sejauh ini, sambung Andi, penyidik Kejati Jabar mengaku cukup terkait kasus itu berdasarkan limpahan polisi. Begitu juga saat disinggung soal audit ulang nilai kerugian, Andi memastikan penghitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya sudah cukup. Hasil penghitungan sendiri, total kerugian kasus itu mencapai Rp 3,9 M.

"Di inspektorat ada tim auditor tersendiri. Bisa dan dapat menilai menghitung kerugian negara, kalau kami sudah anggap bisa, ngapain lagi (menghitung ulang)," tutur Andi.


Kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan polisi. Ada dugaan 'penyunatan' dana hibah untuk 21 yayasan di Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

Dana yang seharusnya diberikan utuh itu 'disunat' oleh Sekda Tasik dan stafnya. Yayasan tersebut hanya mendapatkan 10 persen dari total keseluruhan yang harus diberikan.

Dari kasus tersebut, masing-masing tersangka menerima keuntungan beragam dari mulai Rp 70 juta hingga paling besar Rp 1,4 M. Sekda Tasikmalaya mendapat keuntungan paling besar.

Berdasarkan hasil penghitungan dari Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya nomor : 700/1129/Inspektorat tanggal 28 September 2018 dengan hasil negara mengalami kerugian mencapai Rp 3,9 miliar.

Sembilan tersangka yakni Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, dua warga sipil Lia Sri Mulyani dan Mulyana, serta seorang petani Setiawan telah dilimpahkan ke Kejati Jabar. (dir/bbn)