DetikNews
Rabu 21 November 2018, 15:22 WIB

Kejati Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Cisinga Tasik

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kejati Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Cisinga Tasik Kejati Jabar geledah kantor Dinas PUPR Tasikmalaya/Foto: Deden Rahadian
Bandung - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat membidik tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan di ruas jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), Kabupaten Tasikmalaya. Penyidik Kejati Jabar tengah memeriksa saksi dan melengkapi alat bukti.

"Kasusnya sekarang sudah masuk penyidikan. Kita masih pemeriksaan saksi-saksi. Dalam waktu dekat sudah ada tersangka, tapi kita harus menguatkan alat bukti terlebih dahulu," ucap Kasi Penyidikan Kejati Jabar Januar Reza di Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (21/11/2018).

Kasus tersebut ditangani Kejati Jabar berdasarkan pengaduan masyarakat. Kejati juga telah menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu.



Dia menjelaskan kasus itu terjadi pada tahun 2017. Pemkab Tasikmalaya melakukan pembangunan jembatan di Jalan Cisinga Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai anggaran Rp 25 miliar.

Dalam perjalanannya, pengerjaan jembatan tersebut tak sesuai spesifikasi. Diduga ada mark up biaya serta pekerjaan di subkontrak kepada perusahaan lain yang tidak sesuai aturan. Nilai kerugian dalam kasus itu mencapai Rp 1 miliar lebih.



Kejati dan tim ahli juga sudah turun ke lapangan guna mengecek jembatan tersebut. Hasil pengecekan menunjukan bahwa ada ketidaksesuaian proses pembangunan jembatan tersebut.

"Jadi kemarin kami setelah turun ke lapangan dengan ahli penghitungan melihat kerusakan-kerusakan dan pekerjaan yang tidak dilakukan. Yang namanya jembatan enggak dilaksanakan dengan baik kan risiko," tuturnya.

Sebelumnya Kejati Jabar melakukan penggeledahan ke kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya. Selain ke kantor PUPR, Kejati juga menggeledah rumah seorang penyedia barang di kantor PT PGA.

Sejumlah barang bukti didapati petugas saat melakukan beberapa tempat tersebut. Di Dinas PUPR, tim menyita 73 dokumen atau surat beserta 4 buah hardisk.

Sementara penggeledahan di kantor PT PGA ada 20 dokumen atau surat beserta cap dan sebuah laptop.
(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed