ADVERTISEMENT

Menteri Siti Soroti Minimnya Penyuluh Kehutanan di Jabar

Deden Rahadian - detikNews
Sabtu, 13 Okt 2018 21:47 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama penyuluh kehutanan di Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Tasikmalaya - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambangi Kabupaten Tasikmalaya. Selain menyampaikan program pemerintah, Siti menyoroti minimnya tenaga penyuluh kehutanan di Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan Siti saat menjadi pembicara acara bertajuk 'Dialog Nasional Indonesia Maju' di kawasan Urug, Kecamatan Kawalu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (13/10/2018). Turut hadir Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Dalam dialog tersebut, Siti berbicara soal kebijakan program perhutanan sosial. Dia menjelaskan hutan sosial ini dapat digarap masyarakat.

"Hutan sosial bisa digarap kelompok hutan selama 35 tahun dan diperpanjang. Tapi kelompok hutannya masih sedikit di Jawa Barat," ujar Siti.


Sebelum dialog digelar, sejumlah penyuluh kehutanan sempat menyampaikan keluhan langsung kepada Siti. Selain berharap ada penambahan personel penyuluh kehutanan, mereka juga meminta seragam baru dari Kementerian LHK.

Elis Sulistiawati, penyuluh kehutanan, mengungkapkan jumlah penyuluh di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tak lebih dari 50 orang. Padahal, mereka harus membawahi puluhan kecamatan dengan ratusan desa di dalamnya.

Bukan hanya kewalahan karena jumlah masyarakat yang banyak, jarak tempuh juga sangat jauh hingga bisa mencapai 80 kilometer. "Kita jumlah penyuluh hanya 22 orang dan itu membawahi 49 kecamatan. Sepuluh kecamatan di Kota Tasikmalaya, dan 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya," ujar Elis yang menjadi penyuluh kehutanan di daerah Ciawi dan Jamanis.

Selain itu, Elis mewakili para penyuluh kehutanan, mengeluhkan soal seragam dimiliki hanya satu yang dibagikan sejak 2012. "Saya minta seragam baru sudah kusam dah lama, tambahan juga minta laptop," ucap Elis.

Mendengar keluhan penyuluh kehutanan, Siti berjanji memberikan seragam baru. "Saya akan berikan tahun depan, paling telat Maret. Baju seragam penyuluh harus sudah jadi," ucap Siti menegaskan.

Kegiatan dialog ini diikuti ribuan peserta termasuk kelompok tani dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka pun menyempatkan diri gelar doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. (bbn/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT