DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 14:32 WIB

Rawan Pergerakan Tanah saat Hujan, Ini Pesan Bupati Bandung

Wisma Putra - detikNews
Rawan Pergerakan Tanah saat Hujan, Ini Pesan Bupati Bandung Bupati Bandung Dadang Naser (Foto: Wisma Putra)
Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Bulan November mendatang hujan akan turun di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan warga Kabupaten Bandung harus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya pada pergantian musim itu sejumlah wilayah rawan terjadi pergerakan tanah.

"Untuk seluruh warga Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Dadang usai menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid Al-Fathu, Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (12/10/2018).

Selain itu, persiapan menjelang musim hujan pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi seluruh SKPD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi transisi pancaroba dari kekeringan yang cukup ekstrem.

"Wilayah rawan pergerakan tanah ada di wilayah utara (Cimenyan), selatan Pangalengan, Kertasari yang bentangannya nyambung dengan Garut dan ke sininya ke Ciwidey, itu rawan longsor dan perbatasan Jabar Selatan juga," ungkapnya.


Menurutnya bencana pergerakan tanah rawan terjadi di wilayah Nagreg, Ibun, Rancabali, Arjasari, Cimaung dan Pasirjambu.

Pihaknya sudah memberikan imbauan kepada camat dan kepala desa untuk bersama-sama membersihkan saluran air di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. "Sudah saya sampaikan pada acata coffe morning," ungkap dia.

Sementara itu, untuk wilayah rawan banjir yang berada di Kacamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang, danau retensi Cieunteung diharapkan dapat memberikan solusi dan mengurangi banjir di tiga kecamatan tersebut.

"(danau retensi) Mestinya Desember harus segera fungsional. Ptogres saat ini sudah di angka 90 persen, tinggal mesin sedot airnya harus lebih baik, saya belum lihat mesinnya tapi secara fisik sudah hampir selesai," jelasnya.

Dadang mengatakan meski pembangunan danau retensi tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan banjir, setidaknya dapat mengurangi.

"Ketika banjir ada manfaatnya, mengurangi banjir. Mengurangi sih iya, tapi menyelesaikan belum, karena perlu ditunjang dengan Curug Jompong yang kini masih dalam persiapan dikerjakan," ujar Dadang


Simak Juga 'Pantauan Udara Petobo yang 'Ditelan' Tanah Akibat Gempa Palu':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed