DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 16:04 WIB

Soal Keamanan Jadi Alasan Iriawan Pj Gubernur, Pengamat Beda Pendapat

Mochamad Solehudin - detikNews
Soal Keamanan Jadi Alasan Iriawan Pj Gubernur, Pengamat Beda Pendapat Foto: Dok. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Bandung - Pengamat melihat penunjukan Komjen Pol M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar sebagai bentuk kekhawatiran pemerintah pusat terkait stabilitas keamanan di Jawa Barat jelang pemilihan kepala daerah di Jawa Barat.

Pengamat politik Universitas Parahyangan Asep Warlan memperkirakan berdasarkan hasil diteksi intelejen terdapat potensi gangguan keamanan di wilayah Jabar jelang pemilihan kepala daerah. Sehingga perlu ada sosok pemimpin yang bisa meredam potensi gangguan keamanan tersebut.

"Mungkin saja hasil deteksi di tingkat intelejen, eskalasi ketegangan di Jabar sudah semakin meningkat dan akan berefek pada gangguan keamanan. Mungkin itu jadi pertimbangan kemudian dia (pemerintah pusat) menjilat ludah sendiri mengapa dia berubah lagi jadi Pak Iriawan," kata pengamat politi Unpar Asep Warlan, saat dihubungi, Selasa (19/6/2018).


Asep juga menyatakan dalam menjalankan tugas Iriawan akan lebih fokus terhadap urusan keamanan. Sementara masalah pemerintahan akan dibebankan kepada Sekretaris Daerah sebagai seorang birokrat.

"Pendekatan keamanan jadi lebih dominan dibanding pendekatan fungsi pemerintahan lainnya. Nah karena fungsi pemerintahan lainnya seperti pelayanan, pelaksanaan program dan angaaran itu akan lebih kepada Sekda yang akan diberdayagunakan," ucapnya.

Terlepas dari semua polemik yang muncul, kata Asep, saat ini paling penting Iriawan harus bisa menjalankan tugas sebaik mungkin sebagai Pj Gubernur. Dia harus benar-benar menjaga netralitas di Pilkada, menunjukkan kinerja dan akseptabilitas yang baik.

"Jadi hemat saya sudah saja jalani dia. Tapi ukurannya tiga pertama netralitas tidak mendukung siapaun, kinerja, dan akseptabilitas," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik UPI Karim Suryadi menyatakan tidak ada alasan yang tepat dengan menunjuk M Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat. Masalah keamanan juga tidak bisa jadi patokan atau alasan penunjukan tersebut.

"Karena dalam kaca mata orang biasa tidak ada ancaman gangguan keamanan jelang Pilgub yang mengharuskan Jabar dipimpin (sementara waktu) seorang polisi. Kondisi Jabar saat ini adem ayem dan tidak menunjukan gejolak yang menghawatirkan seperti Pilgub DKI," kata Karim.


Apalagi, tambah Karim, tidak ada tradisi kekerasan dalam politik di Jawa Barat. "Tidak ada tradisi kekerasan dalam politik di Jawa Barat. Mengangkat birokrat sipil yang melimpah jumlahnya dan kompeten jauh lebih sehat dan berguna bagi pembangunan karier aparatur," ucapnya.

Tonton juga 'Forum Umat Islam Sayangkan Iriawan Jadi PJS Gubernur Jabar' selengkapnya di 20Detik

[Gambas:Video 20detik]


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed