DetikNews
Kamis 31 Mei 2018, 14:33 WIB

Salut, Tanpa Tangan dan Kaki Bocah Ciamis Ini Nulis Pakai Mulut

Dadang Hermansyah - detikNews
Salut, Tanpa Tangan dan Kaki Bocah Ciamis Ini Nulis Pakai Mulut Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis - Cerita inspiratif datang dari seorang anak di Kabupaten Ciamis. Tio Satrio anak berusia 14 tahun ini terlahir tanpa dua tangan dan dua kaki. Meski memiliki keterbatasan fisik, tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Dengan mulutnya, ia mampu menulis.

Tio tinggal bersama orang tuanya di Dusun Cibogor Desa Panawangan Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Tio duduk di kelas 4 di sekolah luar biasa (SLB) Firdaus. Meski berbeda dari anak-anak lainnya, anak bungsu pasangan Wawan (63) dan Mimi (58) ini terlihat ceria dan tidak merasa malu atau minder dengan kondisinya.

Seperti terlihat pada Kamis (31/5/2018) di SLB Firdaus Panawangan, Tio terlihat sedang ngobrol bersama teman-temannya. Tia menunjukkan keahliannya menulis menggunakan mulut. Hasil tulisan yang Tio buat tidak jauh berbeda dengan tulisan tangan dan mudah dibaca. Setelah beberapa tahun belajar, Tio pun mampu berhitung dan menghafal surat-surat pendek al quran.

"Nulis sudah biasa bisa, bermain bersama teman-teman kalau di sekolah biasa, senang kalau ada di sekolah. Tapi kalau di rumah tidak ada hanya sama ibu dan sama ayah saja," ujar Tio saat di sekolanya.

Salut, Tanpa Tangan dan Kaki Bocah Ciamis Ini Nulis Pakai MulutFoto: Dadang Hermansyah

Tio mengaku pelajaran yang paling disukai saat belajar adalah matematika karena bisa berhitung. Tio juga menyukai pelajaran agama Islam. Puluhan surat-surat pendek al quran mampu dihapal dan dibacanya dengan lancar. Bahkan Tio mengaku ingin lebih lancar belajar mengaji dan mempelajari Islam. Ia bercita-cita untuk menjadi seorang ustaz.

"Cita-cita ingin jadi ustaz supaya bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti mengajar ngaji kepada yang lain, bisa mengajar," ungkapnya.

Tio mengaku tidak malu dengan kondisi fisiknya. Malahan ia menikmatinya dan tetap bersyukur. Meskipun fisiknya terbatas namun masih bisa menjalani hidup sama seperti dengan yang normal.

"Kenapa harus malu? Karena pada dasarnya semua orang itu sama di mata Tuhan. Ini juga pemberian tuhan jadi harus disyukuri. Yang membedakan itu kan hanya amal. Tio mah tetap bersyukur," jelasnya.

Saat pulang sekolah atau libur, seperti halnya anak lain, Tio suka menonton televisi dan main playstation. Ia memainkannya dengan menggunakan dagu dan bahunya.

"Sekarang playstationnya rusak paling hanya nonton televisi saja sama ngerjain PR," ucapnya.

Wawan, ayah Tio menuturkan anaknya terlahir bebeda dengan saudaranya yang lain. Menurutnya Tio belajar menulis dengan mulut saat usianya 4 tahun denga dibimbing ibunya.

"Keahlian Tio didapatnya dari menonton televisi seperti menulis menggunakan mulut, memainkan game melalui konsol playstation menggunakan dagu dan bahunya. Itu semua dilihatnya dari TV," jelasnya.

"Apa-apa juga dia bisa sendiri dari televisi, tidak ada yang ngajari, saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Kasihan takutnya tidak ada teman jadi buat teman sehari-hari maen playstation," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SLB Firdaus Budiwati mengakut tidak terlalu sulit mengajar Tio. Menurutnya Tio termasuk orang yang pintar dan ceria.

"Semua pelajaran yang diajarkan bisa dipelajarinya dengan baik. Jadi kami tidak terlalu sulit mengajarnya. Adapun kendala yang dihadapi masih bisa diatasi," jelasnya.

[Gambas:Video 20detik]


(ern/err)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed