DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 16:08 WIB

Area Wisata Kuliner Cirebon Rawan Macet, Polisi Siapkan Rekayasa

Sudirman Wamad - detikNews
Area Wisata Kuliner Cirebon Rawan Macet, Polisi Siapkan Rekayasa Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Sejumlah titik rawan kemacetan yang berada di jalur pantura Cirebon menjadi perhatian khusus. Polresta Cirebon rencananya meningkatkan jumlah personel untuk pengamanan di jalur rawan kemacetan itu.

Sat Lantas Polresta Cirebon AKP Rezkhy Satya menyebutkan titik rawan kemacetan di jalur pantura Cirebon di antaranya area wisata kuliner empal gentong yang berada di Jalan Raya Tengah Tani, Bunderan Kedawung, perempatan lampu merah Kanggraksan, dan pasar rakyat atau pasar tumpah di Kecamatan Mundu.

"Kita sudah buat rekayasa lalulintasnya, di titik rawan kemacetan seperti lokasi kuliner empal gentong itu akan ada petugas dan pos. Kemudian, Bunderan Kedawung akan kita tutup yang arah dari Kota Cirebon, agar pemudik dari Jakarta tak mengalami gangguan. Soalnya banyak masyarakat yang putar balik," kata Rezkhy usai simulai jalur Asian Games di Mapolresta Cirebon, Selasa (22/5/2018).

Rezkhy mengatakan Polresta Cirebon akan menyediakan dua pos terpadu, di pantura dan tol. Selain dua pos terpadu, lanjut dia, sedikitnya ada 13 pos pengamanan dan 31 pos gatur.

"Dua pos terpadu itu kita dirikan di Terminal Harjamukti Kota Cirebon dan rest area 205 km Tol Palikanci. Kita juga minta kerjasama dengan pertamina untuk menyidiakan SPBU keliling di rest area, untuk memudahkan pengendara," katanya.

Lebih lanjut, Rezkhy menyebutkan sepanjang jalur pantura wilayah hukum Polresta Cirebon hanya akan diberlakukan dua putar balik, di perempatan lampu merah Jalan Pemuda dan bunderan Kalijaga.

"Kita sudah siapkan rekayasa lalulintasnya. Kalau padat nanti dialihkan ke mana dan sebagainya, sudah kita siapkan," ucapnya.

Tak hanya persiapan terkait rekayasa lalulintas, Rezkhy juga menyorotifasilitas yang ada di jalan pantura. Rezkhy mengaku masih ada beberapa wilayah yang ada Polresta Cirebon masih minim lampu penerangan jalan umum, seperti di Kecamatan Gunungjati, Kapetakan, dan Mundu, Kabupaten Cirebon.

"Masalahnya yang minim penerangan jalan umum itu ada di wilayah Kabupaten Cirebon, tapi masuk wilayah hukum kita. Secepatnya saya akan melayangkan surat untuk membahas ini," kata Rezkhy.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed