DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 13:57 WIB

Pilgub Jabar 2018

KPU Jabar Akui Kecolongan Soal Insiden '2019 Ganti Presiden'

Mochamad Solehudin - detikNews
KPU Jabar Akui Kecolongan Soal Insiden 2019 Ganti Presiden Sudrajat-Syaikhu saat memamerkan kaus bertulis '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden' saat acara debat Pilgub Jabar 2018 putaran kedua. (Foto: ist)
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jabar
Bandung - KPU Jabar mengaku kecolongan berkaitan pengucapan dan pembentangan kaus '2019 Ganti Presiden' oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu saat acara debat Pilgub Jabar 2018 putaran kedua. KPU Jabar siap evaluasi agar insiden yang melanggar prosedur debat kandidat tak terulang.

Aksi Sudrajat-Syaikhu itu menjadi sorotan nasional. Sejumlah tokoh, baik yang pro dan kontra, angkat bicara terkait aksi tersebut. Bahkan Bawaslu RI menyebut bila KPU kecolongan.

"Kalau kecolongan, ya saya akui. Kita sebenarnya sudah berkali-kali rakor dengan tim kampanye mengenai prosedur, tata cara, mekanisme debat kandidat. Tapi kembali lagi memang, kita enggak tahu. Ternyata bawa-bawa kaus," ucap Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat via telepon, Rabu (16/5/2018).


Yayat mengatakan sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran atau kerusuhan sudah dilaksanakan pihaknya. Bahkan, KPU Jabar telah menggelar rapat koordinasi dengan tim kampanye dari keempat pasangan calon peserta Pilgub Jabar.

Dalam rapat tersebut, kata Yayat, dijelaskan berbagai hal terutama menyangkut prosedur debat kandidat. Namun pada pelaksanaannya, debat Cagub Jabar putaran kedua yang digelar di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (14/5), diwarnai kegaduhan. Pemicunya karena aksi Sudrajat-Syaikhu mengucapkan dan memamerkan kaus '2019 Ganti Presiden'.


Berkaca dari insiden tersebut, KPU Jabar menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang pada debat Pilgub Jabar putaran terakhir yang rencananya digelar pada 22 Juni mendatang. Pihaknya akan melakukan rapat koordinasi kembali dengan seluruh tim pemenangan pasangan calon.

"Kita lakukan rapat koordinasi (kembali) tambahannya paling mengingatkan agar konsisten dengan prosedur (aturan debat yang ada). Karena prosedur ini dibahas bareng-bareng, bukan dari KPU saja. Misal soal jumlah massa yang datang, itu bukan dari KPU. Tapi masukan dari tim kampanye," tutur Yayat.

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
FOKUS BERITA: Debat Cagub Jabar
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed