DetikNews
Kamis 26 April 2018, 16:17 WIB

Mobil Klasik Ini yang Dinaiki Aher Saat Diarak ke Gedung Sate

Mukhlis Dinillah - detikNews
Mobil Klasik Ini yang Dinaiki Aher Saat Diarak ke Gedung Sate Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendapatkan sambutan meriah atas penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo. Aher diarak menggunakan mobil klasik era Presiden Soekarno.

Kedatangan Aher di Stasiun Bandung disambut konvoi mobil klasik milik Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Aher bersama istrinya Netty Prasetya dan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi menumpangi mobil Chevrolet Bel Air Convertible.


Mobil berwarna kuning cerah open cabin tersebut merupakan keluaran tahun 1955. Mobil berukuran cukup besar itu hadir di tanah air pada era presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

"Mobil jaman Bung Karno tadi yang saya naikin. Jadi unik ya," kata Aher seraya tersenyum di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).

Mobil Klasik Ini yang Dinaiki Aher Saat Diarak ke Gedung SateFoto: Mukhlis Dinillah

Dalam kesempatan itu, Ketua PPMKI Jabar Anton Mulyana yang mengemudikan mobil klasik tersebut. Ia mengaku baru pertama kali mengemudikan mobil milik seorang kolektor bernama Hauwke.

"Mobil ini punya salah seorang kolektor mobil kuno Pak Hauwke. Saya juga baru pertama kali nyetir mobil ini," ungkap Anton.


Ia menuturkan sengaja meminjam salah satu koleksi milik Hauwke untuk menyambut kedatangan Aher. Sebab, sambung dia, mobil milik Hauwke memenuhi spesifikasi yang diinginkan Pemprov Jabar.

"Pemprov Jabar minta yang open cabin dan mobilnya besar. Karena jarang mobil (kuno) dua pintu itu bisa dipake empat orang. Kebetulan pak Hauwke punya dan meminjamkan," jelas dia.

Mobil Klasik Ini yang Dinaiki Aher Saat Diarak ke Gedung SateFoto: Mukhlis Dinillah

Menurutnya keistimewaan mobil klasik ini selain hadir di Indonesia pada era Soekarno, populasinya juga sangat sedikit. Ia memperkirakan di Indonesia hanya ada dua unit saja untuk keluaran tahun 1955.

"Setahu saya tahun 1955 di Indonesia itu cuma dua uni. Mobil ini langka, populasi di dunia juga gak banyak. Apalagi 90 persen mobil ini masih orisinil," kata Anton.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed