DetikNews
Senin 16 April 2018, 18:55 WIB

Dewan Pers : Wartawan Punya Batasan Sampaikan Pandangan Politik

Mukhlis Dinillah - detikNews
Dewan Pers : Wartawan Punya Batasan Sampaikan Pandangan Politik Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Dewan pers mengimbau wartawan tidak mengatasnamakan profesi dan media tempatnya bekerja saat menyampaikan pandangan politik di media sosial. Sebab, dikhawatirkan mempengaruhi profesionalisme jurnalis.

Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers (PMPEP) Dewan Pers Imam Wahyudi menilai setiap warga negara mempunyai hak menyampaikan pandangan politik tidak terkecuali wartawan. Namun, hak tersebut juga memiliki batasan.

"Secara prinsip karena orang itu tidak lagi membedakan pandangan individu atau pandangan media. Jadi itu akan sangat berpengaruh. Sisi lain juga pada saat menjalankan tugas jurnalistik akan kebayang2 itu," kata Imam dalam diskusi peran ideal media di Pilkada dalam perspektif antikorupsi di Hotel Santika, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Menurutnya akan menjadi persoalan bila pandangan politik disampaikan mengatasnamakan wartawan atau media. Masyarakat akan memandang negatif netralitas individu maupun media tersebut nantinya.

"Misalnya anda sekarang punya pandangan politik dan disampaikan secara terbuka sebagai wartawan, itu membawa konsekuensi saat anda bertugas jurnalistik, anda tidak lagi bisa dipandang sebagai pribadi independen. Itu sangat berbahaya," ungkap Imam.

Dia juga meminta kepada wartawan untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas selama Pilkada. Pasalnya, sambung dia, banyak hal-hal yang harus diperhatikan untuk tetap menjunjung profesionalisme.

"Artinya hindari hal-hal yang bisa membuat masyarakat berpandangan negatif terhadap wartawan itu sendiri. Misalnya foto bersama paslon atau menjadi timses," tutur Imam.



(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed