DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 21:46 WIB

Camat dan Linmas di Bandung Diperintahkan Silaturahmi dengan Ulama

Tri Ispranoto - detikNews
Camat dan Linmas di Bandung Diperintahkan Silaturahmi dengan Ulama Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Pemerintah dan aparat Kota Bandung menjamin keamanan bagi ulama Hal itu menyusul dua aksi kriminalitas di Kota Bandung yang melibatkan ulama.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan ia merasa prihatin sekaligus marah dengan situasi tersebut. Sehingga ia memerintahkan camat dan lurah bekerja dengan turun langsung ke masyarakat.

"Saya minta instrumen lurah, camat hingga linmas untuk terus menjalin silahturahmi pada ulama, ke masjid. Mudah-mudahan dengan pola seperti itu masyarakat merasa aman dan nyaman kembali," ujarnya usai Diskusi Forkopimda 'Dengan Silahturahmi Ulama dan Umaro Kita Wujudkan Kota Bandung Yang Kondusif' di Pendopo Kota Bandung, Jumat (9/2/2018) petang.

Pria yang akrab disapa Emil itu juga meminta para ulama bisa memilah informasi yang didapat sebelum dibagi pada jemaah atau warga. Sebab belakangan bermunculan banyak berita hoax yang malah memperkeruh suasana.

"Saya juga meminta ulama jangan terprovokasi, emosional tanpa konfirmasi dulu. Jangan sampai itu hoax dikonsumsi sehingga timbul ketakutan tinggi," ucapnya.

Di tempat yang sama Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman para Bhabinkamtibmas bersama Babinsa kerap ikut Salat Subuh berjamaah bersama warga.

"TNI/Polri bersama warga membangun silahturahmi sekaligus menjaga kamtibmas bagi ulama di masjid dan lingkungan sekitar," katanya.

Sementara itu Dandim 0618/BS Kota Bandung Kolonel Inf Arfin Dahlan berharap warga tidak termakan isu-isu yang berkembang saat ini. Ia berharap masyarakat bisa cek dan ricek terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi.

"Silakan tanya pada Babinsa atau Bhabinkamtibmas terkait informasi yang didapat. Kita bersama bersinergi, terlebih saat ini memasuki tahun politik. Termasuk ancaman proxy war, kita berperang bukan lagi dengan senjata tapi media sosial salah satunya," ujarnya.

Seperti diketahui dalam beberapa waktu terakhir dua kejadian kriminal cukup membuat terusik umat muslim Kota Bandung. Kejadian pertama adalah penganiayaan yang menyebabkan seorang ustaz meninggal dunia di Cigondewah dan kedua aksi penodongan oleh seorang residivis di dalam masjid daerah Astanaanyar.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed