DetikNews
Kamis 25 Januari 2018, 14:13 WIB

37 Persen Perokok di Kota Bandung Masih Usia Sekolah

Tri Ispranoto - detikNews
37 Persen Perokok di Kota Bandung Masih Usia Sekolah Oded M Danial/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Bahaya rokok di Kota Bandung sudah cukup memprihatinkan. Bahkan dari hasil survei terakhir, perokok di Kota Bandung sudah memasuki usia 16 tahun atau anak sekolah.

Kadinkes Kota Bandung Rita Verita mengatakan dari hasil survei yang dilakukan pada 900 orang 37 persen di antaranya adalah perokok berusia 16 tahun. Hal itu dianggapnya sudah sangat memprihatinkan.

"Jadi sekarang bukan lagi di usia dewasa tapi sudah umur 16 tahun. Itu dari survei 900 orang, 37 persen di antaranya 16 tahun" ujar Rita kepada wartawan di sela acara Workshop Bahaya Rokok dan Pentingnya Kawasan Tanpa Rokok di Auditorium Rosada, Balai Kota Bandung, Kamis (25/1/2017).

Menurut Rita salah satu bentuk pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan workshop dan pemantauan di tempat-tempat yang menjadi daerah larangan merokok seperti sekolah, pelayanan kesehatan dan angkutan umum.

Rita mengatakan sudah sejak lama Kota Bandung menerapkan larangan merokok di sejumlah tempat melalui Perda K3 dengan denda sebesar Rp 500 ribu. "Tetapi itu belum berjalan. Insya allah ke depannya akan dioptimalkan," katanya.

Secara aturan, kata Rita, pemerintah tidak bisa langsung melarang seseorang untuk berhenti merokok. Sehingga pemerintah hanya bisa mengarahkan perokok agar merokok di tempat khusus.

Salah satu pertimbangan dari peraturan tersebut adalah bahaya yang disebabkan oleh perokok aktif dan pasif seperti hipertensi, stroke dan kanker paru-paru. Sehingga sudah seharusnya pemerintah melindungi warga dari bahaya tersebut.

Selain itu pemerintah juga berupaya membantu warga untuk berhenti merokok melalui program Mobil Kekasih yang tiap akhir pekan mejeng di taman-taman Kota Bandung. Di tempat itu warga bisa berkonsultasi untuk berhenti merokok.

"Ya kalau kita lihat memang cenderung meningkat perokok di Kota Bandung. Usia perokok bergeser ke usia muda. Kebanyakan karena pergaulan dan lingkungan," katanya.

Di tempat yang sama Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mendukung penuh upaya kawasan larangan merokok. "Saya mengingatkan dan mengajak berupaya menghindari rokok. Karena dari segi kesehatan dan agama sekali pun merokok itu makruh. Maknanya itu tidak disukai Allah SWT," katanya.

Oded yang sejak tahun 1987 berhenti merokok itu memberikan sedikit tips agar warga bisa berhenti. Selain mempelajari kandungan dan bahaya merokok, warga juga harus melihatnya dari kajian agama.

"Pokoknya pahami dari segi kesehatan dan agama. Dan tentunya harus diniatkan dengan kuat," tandas Oded.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed