DetikNews
Minggu 14 Januari 2018, 23:46 WIB

Dianiaya Tante Sendiri, Bocah 2,5 Tahun di Tasik Akhirnya Meninggal

Deden Rahadian - detikNews
Tasikmalaya - Setelah mendapat perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung, bocah 2,5 berinisial F akhirnya meninggal dunia, Sabtu (13/1/2018) petang.

Balita malang asal Panyingkiran Kota Tasikmalaya itu jadi korban penganiayaan D, tantenya sendiri. Polisi sudah menetapkan D sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Korban meninggal setelah menderita pendarahan di otak akibat kekerasan fisik hebat. Nyawanya tidak tertolong lagi meski sempat mendapat perawatan medis selama tiga hari di RS Hasan Sadikin.

Baca juga: Anak Balita di Tasikmalaya Kritis Dianiaya Tantenya

Jenazah F kemudian dibawa ke Kota Tasikmalaya dan dimakamkan Minggu (14/1/2018) pagi. Sebelum dimakamkan, polisi mengautopsi jenazah korban guna mengetahui penyebab kematian.

"Pelaku yang menganiaya balita ini kita sudah tetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sejauh ini, diperiksa semua saksi-saksi. Tersangka cuma satu," kata Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Bimo Moernanda, Minggu (14/1).

Bimo menambahkan, hasil autopsi resmi baru bisa diketahui satu pekan lagi. Namun, kata dia, dugaan sementara, korban meninggal akibat pendarahan di kepala.

"Korban baru menetap sebulan bersama dengan tantenya setelah dititipkan ibu korban yang bekerja di Jawa," kata Bimo.

Terkait motif penganiayaan, Bimo mengatakan, tersangka kesal gara-gara korban kerap menangis meminta makan saat malam hari.

Kematian F di tangan tantenya sendiri membuat kaget tetangga di Perumahan Jati Indah Kota Tasikmalaya. Meski kerap bersosialisasi, tersangka diketahui mengurung korban selama sebulan.

"Kalau posyandu selalu bawa anaknya, tapi saudaranya gak pernah keluar rumah. Pintunya selalu tertutup. Jadi kesannya dikurung gak dikenalkan," kata Hera Rahmawati, tetangga tersangka.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Tasikmalaya akan terus mengawal proses hukum terhadap tersangka. Apalagi, korban sudah wafat di saat usianya masih balita.

"Kami akan kawal proses hukum. Sudah jelas apalagi anak sudah meninggal maka jadi sesuatu kewajiban apalagi semalam sudah diautopsi," ujar Ketua KPAID Kota Tasimlalaya, Eki Sirojul Munir.

Menurut dia, jika kematian korban disebabkan kekerasan tersangka, pasalnya pun akan lebih ditingkatkan dan ancaman hukumannya akan tinggi.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, meski tersangka mempunyai anak kecil, proses penegakan hukum terus berjalan.

"Pemerintah daerah akan membantu pengasuhan anak tersangka jika keluarga tidak mengurusinya. Kebutuhan susu hingga pangan anak tersangka akan dibantu," kata Yusuf.

Kini, D harus menjalani proses hukum panjang. Ibu muda ini terancam Pasal 80 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed