DetikNews
Minggu 14 Januari 2018, 15:58 WIB

Kodim 0618/BS Jadi Proyek Percontohan Pengolahan Sampah Organik

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kodim 0618/BS Jadi Proyek Percontohan Pengolahan Sampah Organik Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Kodim 0618/BS akan menjadi proyek percontohan pengolahan sampah di Kota Bandung. Sampah yang diproduksi markas TNI tersebut akan diolah menjadi pupuk yang bernilai ekonomis cukup tinggi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dedy Dharmawan dalam sosialisasi pengolahan sampah di Kodim 0618/BS, Jalan Gudang Utara, Kota Bandung, Minggu (14/1/2018).

Dalam kesempatan itu hadir sejumalah aparat kewilayah mulai dari koramil, polsek, kecamatan, kelurahan dan komunitas sadar lingkungan di Kota Bandung. Mereka akan jadi agen pengolahan sampah di masyarakat.

"Kita semua yang hadir di sini akan menjadi agen untuk menyebarkan virus tentang pemahaman pengolahan sampah ini," kata Dedy dalam pemaparannya.

Dalam kesempatan itu dilakukan demonstrasi mengenai pengolahan sampah khususnya organik. Pasalnya, sambung dia, sampah organik masih jarang dikelola dengan baik oleh masyarakat.

"Kalau sampah anorganik kan sudah banyak dikelola khususnya oleh oleh pemulung. Anorganik ini yang jarang dimanfaatkan padahal punya nilai ekonomis tinggi," ungkap dia.

Ia menuturkan mengubah sampah organik produksi rumah tangga cukup mudah. Pertama, sampah tersebut bisa dikumpulkan dalam satu ember atau drum. Untuk menghilangkan bau sampah itu, diperlukan cairan bahan lainnya.

"Sampah ini nanti dicampur dengan air cucian beras, air kelapa yang dibuang di pasar, glukosa bisa gula merah, buah-buahan seperti mengkudu, nanas. Lalu diendapkan selama 14 hari ditempat sejuk," kata

"Nanti air endapan campuran tadi bisa jadi pupuk cair alami," menambahkan.

Selain pupuk cair, kata dia, sampah organik juga bisa jadi pupuk kompos. Caranya, sampah bekas endapan pupuk cair itu dicampur dengan kotoran hewan, dedaunan yang gugur. Semuanya dicampur serbuk gergaji.

"Mediannya bisa di tanah atau terpal. Yang penting tidak terkena hujan dan panas secara langsung. Prosesnya 20 - 40 hari," tutur dia.

Ia menuturkan berencana menerapkan pengolahan sampah skala besar di Kodim O618/BS. Hal ini diharapkan bisa menjadi percontohan instansi atau masyarakat luas nantinya.

"Kami akan mencontohkan di Kodim bagaimana pengolahan sampah nantinya. Jadi tidak sampah produksi sampah ini dibuang keluar," kata Dedy.

Dandim 0618/BS Kolonel Arfin Dahlan mengatakan produksi sampah di kantornya mencapai 3 ton per hari. Ia menyambut baik adanya tawaran pengolahan sampah oleh pemerintah.

"Sampah perhari kita itu sekitar 3 triseda atau 3 ton per hari. Kita biasanya buang ke luar (TPS). Kalau bisa dikelola nanti kan bisa mengurangi beban sampah yang di TPA nanti," kata Arfin.

Ia mengaku mendukung adanya gerakan pengolahan sampah rumah tangga dan perkotaan ini. Pasalnya, sambung dia, langkah tersebut juga akan berdampak terhadap revitalisasi sungai citarum.

"Tentunya langkah ini diharapkan berdampak terhadap revitalisasi kepada sungai Citarum. Karena semua aliran anak sungai di Kota Bandung membawa sampah perkotaan atau rumah tangga ke sungai Citarum," kata Arfin.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed