DetikNews
Selasa 28 November 2017, 20:06 WIB

Perselisihan Ojek Online dan Opang di Jatinangor Berakhir Damai

Wisma Putra - detikNews
Perselisihan Ojek Online dan Opang di Jatinangor Berakhir Damai Mediasi pengemudi ojek online dan ojek pangkalan dihadiri Kapolres Sumedang AKBP Hari Barata. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Sumedang - Perselisihan antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di Jatinangor Sumedang berakhir damai. Mereka sepakat untuk menjaga suasana kondusif Sumedang.

Proses mediasi kedua pihak berlangsung di kantor Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/11/2017). Turut hadir Kapolres Sumedang AKBP Hari Barata, Kasdim 0610 Sumedang Mayor Inf Anang Pramudianto, dua orang perwakilan ojol dan taksi online, 10 orang ketua setiap opang di Jatinangor dan perwakilan Pemkab Sumedang.

Mediasi tersebut buntut dari insiden perusakan 11 pangkalan opang oleh sekelompok orang diduga pengemudi ojol di Jatinangor antara pangkalan ojek (PO) GKPN, PO BGG Atas, PO Pangdam, PO UNPAD/Bunga Mas, PO Sukamanah, PO Sukawening, PO Cikuda, PO Jatiroke, PO Warungkalde, PO BGG Bawah dan PO Ojek Caringin.

"Hasil kesepakatan sama-sama menguntungkan, tidak ada yang merugikan," kata Hari di lokasi.

Baca juga: Perusakan Pangkalan Ojek di Jatinangor Dipicu Info Hoax

Dia mengungkapkan hasil pertemuan itu disepakati bahwa kerusakan motor pengemudi opang, pangkalan dan fasilitas opang akan diganti pihak ojol. Pembiayaan pengobatan korban juga menjadi tanggung jawab ojol.

"Mereka sudah bertanggung jawab, hasil pertemuan demikian bunyinya," ucap Hari.

Sewaktu disinggung terkait operasional ojol di Kabupaten Sumedang, Hari menyebutkan pertemuan tadi tidak membahas hal tersebut. Pihaknya menuntaskan dahulu permasalahan peruskan pangkalan opang yang terjadi, Senin (27/11) malam.

"(operasional) belum, itu nanti ke depannya. Kami clear-kan masalah satu persatu kejadian yang tadi malam. Nanti mereka akan melakukan pertemuan kembali," tuturnya.

Pertemuan tersebut berlangsung selama tiga jam mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WIB. Hari mengimbau kepada kedua pihak untuk menahan diri. Selain itu saling menjaga stabilitas Sumedang.

"Jangan sampai ada aksi balas membalas atau balas dendam. Mereka sepakat berakhir damai," harapnya.

Perwakilan ojol, Acil Tanjil Suharna mengatakan, pihaknya masih menelusuri dugaan oknum ojol yang melakukan perusakan pangkalan opang di Jatinangor.

"Sebetulnya ini masih dalam penanganan kepolisian. Belum tahu apa betul (perusakan) oleh ojek online. Namun ini awalnya dari medsos yang menerangkan bahwa driver ojek online diintimidasi oleh opang," kata Acil.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed