DetikNews
Rabu 22 November 2017, 18:25 WIB

Anak Punk Sukabumi Cari Setya Novanto, Polisi: Dia Gangguan Jiwa

Syahdan Alamsyah - detikNews
Anak Punk Sukabumi Cari Setya Novanto, Polisi: Dia Gangguan Jiwa Sarif Hidayatulah alias Jonathan nyelonong ke Mapolres Sukabumi Kota untuk mencari Setya Novanto. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Syarif Hidayatulah alias Jonathan (21) bikin heboh di Mapolres Sukabumi Kota. Anak punk bertingkah nyeleneh tersebut nyelonong ke kantor polisi untuk mencari Setya Novanto. Polisi memastikan pemuda ini gangguan jiwa.

Baca juga: Anak Punk Sukabumi Nyelonong Kantor Polisi Cari Setya Novanto

Polisi sudah menghubungi Ketua RT tempat Jonathan menetap, serta konfirmasi kepada kades. "Sudah kita hubungi perangkat desa di Selajambe, Kecamatan Cisaat, itu berdasarkan KTP dia. Kalau informasi yang kami dapat dia memang menderita gangguan kejiwaan," ucap Kanit II Satreskrim Polres Sukabumi Kota Aiptu Sarif Hidayat.

Sarif mengungkapkan hal tersebut saat ditemui detikcom di Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemrdekaan, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (22/11/2017).
Polisi menggiring Jonthan yang datang tiba-tiba untuk mencari Setya Novanto.Polisi menggiring Jonathan yang datang tiba-tiba ke Mapolres Sukabumi Kota untuk mencari Setya Novanto. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Siang tadi, Jonathan yang memakai kacamata, topi dan kaus sobek, tiba-tiba menyambangi markas polisi dengan mengendarai sepeda motor. Ia datang sendirian. Kepada polisi, Jonathan mengaku motor yang dikemudikannya milik sang kakak.

"Punk oi... oi..., saya anak punk, menegakkan keadilan untuk rakyat Indonesia berantas tikus-tikus kantor Setya Novanto dan Gayus Tambunan," ucap Jonathan.

"Saya mencari Setya Novanto dan Gayus Tambunan. Itu tikus-tikus harus saya buru," kata Jonathan.

Baca juga: Anak Punk Pencari Setya Novanto Ini Ngaku Sebagai Pemulung

Lantaran perilaku dan gayanya yang mencurigakan, Jonathan digiring polisi ke ruangan Unit II Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Dia mengaku sebagai anak punk yang bekerja menjadi pemulung.

Polisi menggeledah pakaian dan tas kecil berwarna hitam yang dibawa Jonathan. Ia membawa KTP miliknya dan dua jam tangan.

"Ini jam saya, kalau yang ini juga jam saya yang bisa dipakai untuk menelepon," ucapnya kepada polisi.

Tas hitam kecil yang dipakai Jonathan berisi keripik. Menurut dia, keripik itu untuk bekal dalam perjalanan. "Mau keripiknya, ini bekal saya," kata Jonathan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed