DetikNews
Senin 20 November 2017, 09:06 WIB

Begini Cara Dinas PU Cegah Banjir di Kota Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Begini Cara Dinas PU Cegah Banjir di Kota Bandung Banjir di Jalan AH Nasution, Kota Bandung. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung memiliki sejumlah langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan. Beberapa pasukan diterjunkan untuk menanggulangi terjangan banjir.

Kabid Pemeliharaan dan Pengendalian DPU Kota Bandung Tedi Setiadi mengatakan pihaknya telah menyiagakan Tim Unit Reaksi Cepat (URC), Pasukan Katak dan Pasukan Jurig Cai untuk menanggulangi jika banjir terjadi.

"Tim yang berjumlah sekitar 400 orang itu siaga selama 24 jam dengan perlengkapan seperti pompa penyedot air. Tim juga setiap hari membersihkan sungai dan gorong-gorong agar tidak tersumbat," ujar Tedi kepada detikcom, Senin (20/11/2017).

Selain itu pihaknya juga saat ini sedang melakukan lima pekerjaan besar sebagai langkah penanggulangan banjir, seperti normalisasi Sungai Citepus di Pagarsih, normalisasi Sungai Cidurian, Cipamokolan daerah Soekarno Hatta dan Cikapundung daerah Sukaluyu.

Khusus normalisasi Sungai Citepus, pihaknya membuat saluran baru berukuran 5 x 4 meter yang bersebelahan dengan saluran eksisting berukuran 3 x 4 meter. Saluran baru tersebut akan menjadi basement air atau tol air sehingga membantu mengurangi limpasan air ke jalan jika terjadi banjir.

"Normalisasi tersebut tidak hanya dibuat untuk penanggulangan banjir tapi juga untuk memperhatikan infrastruktur hijau. Jadi selain menanggulangi banjir, kami juga memperhatikan unsur estetikanya bisa buat kaulinan budak, jogging dan aktivitas lain," katanya.

Tedi mengatakan kontur Kota Bandung yang berupa cekungan kerap menyebabkan genangan saat hujan. Namun genangan tersebut akan kembali surut setelah dua jam atau biasa disebut dengan cileuncang.

Cileuncang, kata Tedi, kerap menggenangi sejumlah daerah seperti Tubagus Ismail, Dago, Dipatiukur, Setiabudi, Pasirkaliki, Gedebage dan Margahayu. "Yang agak besar itu di daerah Rancabolang, Cikadut dan Antapati," ujarnya.

Pihaknya mengimbau pada masyarakat di musim hujan ini agar tetap menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air lainnya. Sebab hal itu menjadi salah satu faktor terjadinya cileuncang dan banjir.

"Bantu kami dengan paling tidak membersihkan kali-kali di depan rumah masing-masing karena itu akan membantu mengurangi sedimentasi," ujar Tedi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed