DetikNews
Rabu 15 November 2017, 13:20 WIB

Polda Jabar Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada Serentak

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Polda Jabar Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada Serentak Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Polda Jawa Barat mewaspadai peredaran uang palsu (upal) saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Polisi siap menindak tegas pelaku dan produsen upal.

"Jelang Pilkada memang kita mendapat indikasi itu (peredaran upal). Kita waspadai," ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto usai pemusnahan upal di Gedung Bank Indonesia, Jalan Braga, Kota Bandung, Jabar, Rabu (15/11/2017).

Menurut Agung, peredaran upal di tengah-tengah masyarakat terjadi lantaran masih banyaknya masyarakat yang kurang paham akan ciri-ciri upal. Oleh karena itu, untuk mencegah maraknya peredaran upal, ia meminta kepada Bank BI untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke level bawah.

"Sosialisasi harus bersifat massive. Polisi akan membantu dengan Bhabinkamtibmas. Kita siap bantu supaya tidak ada lagi korban," kata Agung.

Baca juga: Polda Jabar dan BI Musnahkan 54.041 Lembar Uang Palsu

Apabila terbukti ada peredaran upal, polisi siap menindak secara tegas. Bahkan penindakan bukan saja kepada pelaku pengedar, melainkan hingga ke pembuat dan penyedia dana pembuatan upal.

"Kita akan offensive, akan usut sampai tuntas. Selain ke pelaku juga ke penyandang dananya," ujar Agung.

Direktur Eksekutif Bank BI, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan peredaran upal menjelang Pilkada memang patut diwaspadai. Ia mencontohkan saat Pilkada sebelumnya, memang ditemukan ada peredaran upal.

"Kita memang sulit untuk memperkirakan peredaran upal, saat tahun 2014 memang besar (peredaran), tapi untuk tahun 2018 saya yakin akan berkurang," kata Wiwiek di Gedung BI.

Bank BI yakin peredaran upal di Jabar saat Pilkada serentak tahun depan berkurang bahkan diharapkan tidak ada sama sekali. Sebab uang jenis baru emisi tahun 2016, sudah dilengkapi fitur keamanan yang sangat tinggi.

"Keamanan dalam uang sudah disempurnakan khususnya untuk emisi 2016, itu sudah sedemikian canggih. Harapan kami bisa mempersulit memalsukan uang itu," tutur Wiwiek.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed