DetikNews
Sabtu 11 November 2017, 14:32 WIB

Teman Kuliah Ridwan Kamil Nyalon Wali Kota Bandung Independen

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Teman Kuliah Ridwan Kamil Nyalon Wali Kota Bandung Independen Teman kuliah Ridwan Kamil nyalon jadi wali kota Bandung/Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Calon Wali Kota Bandung jalur independen mulai bemunculan. Salah satunya seorang arsitek Dony Mulyana Kurnia menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon pengganti Ridwan Kamil.

"Ada desakan dan animo masyarakat yang menghendaki Wali Kota Bandung mendatang minimal punya kemampuan seperti Ridwan Kamil. Maka saya berketetapan hati untuk maju," ucap Dony saat deklarasi dukungan dari relawan di Gedung BKM, Jalan Burangrang, Bandung, Sabtu (11/11/2017).

Dony menyatakan memiliki modal kuat untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Bandung. Ia mengklaim hampir memiliki kesamaan dengan Wali Kota Bandung saat ini Ridwan Kamil.

Selain sama-sama sebagai arsitek, Dony menyebut ia juga sebagai teman satu angkatan dengan Ridwan saat masih berkuliah di ITB. Ia bertekad untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan Ridwan selama memimpin Bandung.

"Visi misi saya 'duriat Bandung juara' dengan program-program prioritas pembangunan berkelanjutan yang sudah dirintis sahabat saya Ridwan Kamil. Seperti halnya taman tematik, manakala saya terpilih akan saya lengkapi. Lalu masalah transportasi akan dilengkapi," katanya.

Selain itu, Dony juga mengaku telah siap untuk mengatasi persoalan kemacetan di Kota Bandung. Bahkan ia telah menunjuk seorang wakil yaitu Yayat Rustandi yang dianggap sebagai pakar transportasi.

"Saya sudah punya konsep anti macet. Saya akan buat moda transportasi anti macet berupa LRT (light rapid transit) untuk moda transportasi anti macetnya. Kalau sudah terbangun Kota Bandung akan betul-betul menjadi Paris Van Java, karena kota Paris juga menggunakan LRT untuk moda transportasinya," kata dia.

Untuk mencapai tujuannya, Dony yang sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Bandung ini mengikuti jalur independen. Proses pengumpulan KTP masyarakat tengah dilakukan. Ia menyebut sampai saat ini sudah ada 60 ribu dukungan terkumpul.

"Pasukan saya saat ini bekerja keras siang dan malam bergerak mengumpulkan dukungan KTP dan tanda tangan. Dengan kerja keras saat ini menurut laporan sudah 60 ribu lebih dukungan KTP dan tanda tangan terkumpul," kata dia.
(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed