DetikNews
Jumat 10 November 2017, 14:45 WIB

Kiprah Pasukan Kancil Merah Cirebon Saat Tumpas Penjajah

Sudirman Wamad - detikNews
Kiprah Pasukan Kancil Merah Cirebon Saat Tumpas Penjajah Sejarawan Cirebon Nurdin M Noer menunjukkan bagian gedung tua yang menjadi saksi bisu perjuangan pasukan Kancil Merah saat melawan penjajah. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Sepanjang tahun 1945 hingga 1949 di Cirebon terjadi berbagai peristiwa bersejarah. Salah satunya tentang kisah pasukan Kancil Merah dan peristiwa Palagan Mandala.

Sejarawan Cirebon Nurdin M Noer menceritakan sepanjang tahun itu Kancil Merah dikomandoi Letnan Abdul Kadir. Kiprah Kancil Merah diperhitungkan oleh pasukan Belanda lantaran dipimpin Abdul Kadir yang terkenal disiplin dan berani.

"Abdul Kadir itu dijuluki masyarakat Cirebon sebagai Kancil Mas atau KM. Kancil Merah beberapa kali terlibat kontak senjata dengan Belanda. Bahkan pernah melakukan sabotase untuk memperlambat pasukan Belanda," tutur Nurdin saat ditemui di kawasan Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (10/11/2017).

Nurdin menjelaskan Kancil Merah merupakan nama samaran pasukan Siliwangi yang berada di Cirebon. Sepanjang pertempurannya dengan Belanda, sambung Nurdin, banyak anggota Kancil Merah gugur.

"Beberapa nama pasukannya yang gugur itu kemudian diabadikan menjadi nama jalan di Kota Cirebon, seperti Jalan Kusnan, Jalan Saleh, dan Jalan Suratno. Kancil Merah ini termasuk bagian dari Batalion B 315 dengan komandannya Mayor Machmud Pasha," tutur Nurdin.

Nama Machmud Pasha diabadikan menjadi nama Gedung Juang H. D Machmud Pasha di Jalan Cipto Mangunkusumo, Cirebon.
Kiprah Pasukan Kancil Merah Cirebon Saat Tumpas PenjajahJejak perjuangan Kancil Merah ialah keberadaan gedung tua di Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Perjuangan Macmud Pasha tak hanya di Kota Cirebon. Menurut Nurdin, nama Machmud Pasha tercatat dalam dokumentasi angkatan 66. Tepatnya saat kampus UI diblokir oleh tentara, para demonstran mahasiswa tidak ada lagi yang bisa keluar-masuk kampus.

"Saat terjadi aksi itu, Machmud Pasha memberikan pertolongan kepada para mahasiswa. Melalui salah satu pintu di bagian belakang kampus, tokoh pejuang dari Kota Cirebon itu memberikan pasokan makanan kepada para mahasiswa," katanya.

Nurdin menjelaskan salah satu saksi bisu perjuangan Kancil Merah ialah keberadaan gedung tua yang kini menjadi kantor biro Harian Umum Pikiran Rakyat di Jalan Kartini, Kota Cirebon.

"Di sini dulu banyak bekas peluru, temboknya banyaknya bolong kena tembakan. Itu dulu, sebelum ada renovasi," ucap Nurdin sambil menunjukkan lokasi bekas tembakan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed