DetikNews
Senin 16 Oktober 2017, 16:48 WIB

Seminggu di Eropa, Ini Oleh-oleh dari Ridwan Kamil untuk Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Seminggu di Eropa, Ini Oleh-oleh dari Ridwan Kamil untuk Bandung Ridwan Kamil/Foto: Rina Atriana/detikcom
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sejak Minggu 8 Oktober hingga Minggu 15 Oktober lalu bertolak ke Eropa untuk memenuhi sejumlah undangan. Lalu apa saja yang dilakukan pria yang karib disapa Emil itu selama sepekan itu?

Ditemui usai menghadiri acara Anugerah Adiwiyata Kota Bandung 2017 di Hotel Cipaku, Kota Bandung, wali kota yang karib disapa Emil itu mengatakan jika dirinya kali pertama mendampingi Wapres Jusuf Kalla sebagai bagian delegasi Indonesia dalam kebudayaan di Belgia.

"Jadi saya bawa seniman perkusi pimpinan Budi Dalton untuk pentas mewakili 500an seniman se-Indonesia," ujar Emil, Senin (16/10/2017).

Emil menjelaskan 500 seniman tersebut pentas dalam Europalia yang merupakan kegiatan dua tahunan Eropa dengan memberi kehormatan pada negara di luar Eropa.

"Tahun ini selama empat bulan diberikan pada Indonesia. Dari 500an seniman ada selusinan kita sumbangkan dari Kota Bandung," katanya.

Selanjutnya Emil juga menjalin kerja sama dalam pembangunan infrastruktur pembangunan. "Ketiga saya tanda tangan sister city dengan Kota Namur. Berikutnya kerja sama di tiga negara untuk membuka Little Bandung yang insyaallah tahun depan bisa dibuka," ucapnya.

Terakhir, kata Emil, dirinya diundang ke Rumania tepatnya ke Universitas Bukares sebagai dosen tamu.

Disinggung apa hasil selama perjalanan seminggu tersebut, Emil mengatakan kegiatan itu bisa menjembatani kegiatan ekonomi khususnya Kota Bandung untuk bisa ekspor hingga ke luar negeri.

"Dibukanya oleh saya. Saya nanti enggak jadi wali kota lagi hubungan ekonomi dan ekspor-eksporan ini tetap jalan," ucapnya.

Selain itu hal lain yang didapat dari perjalanan tersebut adalah manajemen lingkungan di negara yang dikunjungi sudah nampak lebih canggih. Bahkan dia melihat tidak banyak tempat sampah di sejumlah titik strategis.

"Artinya kalau di sana rata-rata sampah itu dimasukkan ke saku. Dibuang sampahnya di rumah. Jadi mengelola sampahnya itu di rumah bukan di ruang publik. Jadi saya kira manajemen itu yang mau saya maksimalkan," tandas Emil.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed