DetikNews
Senin 16 Oktober 2017, 15:30 WIB

Warga Garut Tuntut Pemerintah Kembalikan Mata Air Milik Warga

Hakim Ghani - detikNews
Warga Garut Tuntut Pemerintah Kembalikan Mata Air Milik Warga Ratusan warga Garut, Jawa Barat, Senin (16/10) siang menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Garut/Foto: Hakim Ghani
Bandung - Ratusan warga Garut, Jawa Barat, Senin (16/10) siang menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, di Jalan Patriot, Tarogong Kidul. Massa protes lantaran sumber air yang dimanfaatkan warga di Kecamatan Leles dan Kadungora setiap harinya diambil alih oleh salah satu perusahaan.

Koordinator aksi Andres Restu mengatakan air mata yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di dua kecamatan tersebut telah diambil alih oleh salah satu perusahaan sejak tahun 2006.

"Pada 10 April 2006 pemda menerbitkan surat izin pengambilan mata air (Sipma) kepada CV. Mukti Karya. Sejak saat itu air di Sungai Ciharus dibendung dan ditampung oleh perusahaan tersebut," ungkap Andres dalam orasinya di depan kantor DPRD Garut, Senin (16/10).
Warga Garut Tuntut Pemerintah Kembalikan Mata Air Milik WargaFoto: Hakim Ghani

Warga menuding perusahaan tersebut milik salah satu kepala dinas di lingkungan Pemkab Garut. Warga juga menuding peruntukan air di perusahaan tersebut juga tidak jelas.

Andres mengatakan sejak 2006 hingga saat ini warga mengalami kesulitan mendapatkan air, akibat pembendungan air tersebut. Menurutnya, warga di dua kecamatan itu tidak bisa bercocok tanam.

"Warga kesulitan untuk berkebun dan memelihara ikan akibat airnya susah. Kami ingin air tidak dibendung lagi. Saat tahun 2006 kami juga sudah demo, tapi tidak ditanggapi," katanya.

Aksi tersebut berjalan lancar. Sekitar tiga ratusan warga yang berdatangan menggunakan 10 unit truk dikawal langsung oleh polisi.

Hampir satu jam berorasi, perwakilan dari masyarakat kemudian diterima oleh perwakilan pemerintah. Warga dan pemerintah akhirnya sepakat untuk melakukan audiensi di salah satu ruangan di kantor DPRD Garut.

Berdasarkan pantauan detikcom, hingga saat ini audiensi antara kedua pihak masih berlangsung.

"Kami akan tetap di sini (kantor DPRD) hingga tuntutan kami agar pemerintah mengembalikan mata air itu kepada masyarakat dipenuhi," pungkasnya.

Sementara itu, Sungai Ciharus diketahui terletak di Desa Lembang, Leles, Garut. Air dari sungai tersebut dimanfaatkan warga untuk mengaliri area persawahan dan kolam ikan.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed