DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 17:53 WIB

Polda Jabar Tangkap Pencuri Alat Bor Rp 11 M Milik Pertamina

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Polda Jabar Tangkap Pencuri Alat Bor Rp 11 M Milik Pertamina Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto memperlihatkan foto barang bukti. (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung - Polda Jabar mengungkap kasus pencurian alat bor senilai Rp 11 miliar milik PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI). Polisi menangkap 4 orang yang 2 di antaranya karyawan Pertamina.

Aksi pencurian itu dilakukan di PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI), Jalan Raya Mundu Karang Ampel Kabupaten Indramayu, Jabar pada Sabtu (30/9) lalu. Dua orang sekuriti perusahaan itu HK (28) dan NG (20) nekat mencuri alat berukuran cukup besar.

"Memang ada aksi pencurian di salah satu gudang Pertamina, melibatkan sekuriti rekanan dari Pertamina," ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jabar, Kamis (12/10/2017).

Agung menuturkan HK dan NG memang sudah merencanakan aksi pencurian tersebut. HK yang merupakan otak aksi pencurian meminta NG menggasak alat tersebut.

"Saat pelaku sedang bertugas, dia survei terlebih dahulu. Saat HK berjaga, pelaku lain masuk ke gudang dengan terlebih dahulu menyiapkan kendaraan truk Fuso," katanya.

Sukses menggasak alat tersebut, pelaku langsung membawanya ke gudang yang sudah disiapkan di daerah Cijerah, Kota Bandung. Dibantu oleh seorang pria berinisial S (30) alat itu hendak dijual kepada DS (41).

Menurut Agung, pelaku memang sengaja mengincar alat tersebut. Pasalnya, alat seberat 11 ton yang berfungsi untuk pengeboran minyak tersebut bernilai Rp 11 miliar.

"Alat ini sangat vital untuk pengeboran. Seperti motor saja, harus dicek setiap tahunnya. Harganya juga cukup mahal sampai sebelas miliar rupiah," ujar Agung.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit annular BOP dan satu unit kendaraan Fuso.

Atas perbuatannya, HK dan NG dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan yang ancaman hukumannya 7 tahun bui. Sementara S dan DS dijerat Pasal 480 tentang Penadahan dengan ancaman hukuman 4 tahun bui.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed