DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 15:34 WIB

Ratusan Alat Tangkap Ramah Lingkungan untuk Nelayan Jabar

Sudirman Wamad - detikNews
Ratusan Alat Tangkap Ramah Lingkungan untuk Nelayan Jabar Alat tangkap tak ramah lingkungan dibagikan kepada para nelayan di Jabar. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan sebanyak 408 unit alat tangkap ramah lingkungan kepada nelayan di yang berada di Jawa Barat. Bantuan alat tangkap tersebut merupakan upaya (KKP) untuk mendorong kedaulatan kesejahteraan nelayan.

Pembagian alat tangkap tersebut diatur secara bertahap. "Kalau untuk Indonesia itu pada bulan ini sebanyak 1.169 alat tangkap. Sekitar 400 untuk Jawa Barat, ini akan kita bagikan secara bertahap. Targetnya akhir bulan ini selesai," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja usai menyerahkan bantuan alat tangkap ramah lingkungan kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017).

Sjarief tak menampik kerusakan ekosistem laut di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jabar terbilang tinggi. Karena, sambungnya banyak nelayan pantura yang menggunakan alat tangkap dengan mata jaring yang kecil dan alat tangkap yang bergerak.

"Memang ikan yang ditangkap kecil jenisnya. Tapi, ini kan sangat disayangkan untuk kelanjutan biota laut. Ikan kecil itu hanya dihargai empat ribu sampai lima ribu ru[iah per kilogramnya. Beda dengan yang besar seperti kakap, bisa sampai 50 ribuan rupiah per kilogramnya. Keberlanjutan biota laut ini lah tujuan penggantian alat tangkap itu, agar nelayan sejahtera," ucap Sjarief.

Selain alat tangkap, di Jabar bakal dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan model baru. Rencananya di Jabar dibangun 84 TPI, saat ini baru 16 TPI yang sudah dibangun termasuk di Cirebon.

"TPI ini akan menjadi model di seluruh Indonesia. Ikan akan diperlakukan secara terhormat, tidak langsung terkena sinar matahari, nanti ada penyortiran jenis dan ukuran ikan juga," tutur Sjarief.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan pembagian bantuan alat tangkap ramah lingkungan itu bakal rampung pada akhir bulan ini. Sebanyak 408 unit alat tangkap akan dibagikan kepada satu pemilik perahu.

Pembagian alat tangkap tersebut masih jauh dari kebutuhan yang ada. Untuk Jabar, sambung dia, membutuhkan 5.000 alat tangkap ramah lingkungan.

"Kebutuhannya memang lima ribuan, ini sesuai dengan data dari kepemilikan kartu nelayan. Untuk itu, segera mungkin nelayan harus membuatnya, dan yang punya perahu di bawah 5 GT juga harus daftar agar punya kartu nelayan dan asuransinya," kata Deddy di tempat yang sama.

Pemerintah akan terus mendorong kesejahteraan nelayan di Jabar. Deddy menjelaskan ada tiga pola yang dilakukan KKP untuk mendorong kesejahteraan nelayan, yakni pengawasan terhadap kapal asing, pelestarian biota laut, dan asuransi terhadap nelayan.

"Pergantian alat tangkap ini proses menuju kesejahteraan, makanya jaringnya diganti dengan yang ramah lingkungan untuk keberlanjutan biota laut. Kita akan dorong pendataan kartu nelayannya," ucap Deddy.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed