DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 22:46 WIB

Cerita Sang Pelaut Penggerak Sosial Saat Dihadang Preman

Syahdan Alamsyah - detikNews
Cerita Sang Pelaut Penggerak Sosial Saat Dihadang Preman Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Berbuat baik tidak selamanya berbuah respons yang positif dari sejumlah pihak, cibiran negatif hingga ancaman secara fisik pernah dirasakan Kristiawan Saputra (40), pelaut yang gemar melakukan aksi sosial di Sukabumi, Jawa Barat.

Kristiawan pernah mengalaminya saat melakukan aksi sosial di salah satu kecamatan di Sukabumi. Saat itu dia bersama teman-temannya bermaksud untuk memulihkan psikologi bocah perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual ayah tirinya.

"Kejadiannya beberapa bulan lalu, saat itu polisi belum bergerak media juga belum ramai memberitakan. Saya mendapat informasinya dari rekan yang tinggal di sana, bersama rombongan kita ingin memulihkan psikologi korban dan membawa keluarganya lapor ke polisi. Belum kita sampai sudah ada beberapa orang diduga suruhan pelaku datang," kata Kristiawan kepada detikcom, di Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Cikole, Rabu (11/10/2017).

Demi keselamatannya, Kristiawan saat itu memutuskan untuk balik arah, bukan untuk pulang namun menunggu situasi kembali aman untuknya masuk ke kediaman korban. "Akhirnya dengan sembunyi-sembunyi kami berhasil menemui korban dan ibunya. Tidak lama setelah itu pelaku yang juga seorang preman ini ditangkap polisi," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Sang Pelaut Penggerak Sosial di Sukabumi

Tidak hanya fisik, sindiran bernada kemarahan juga kerap diterimanya ketika melakukan aksi-aksi sosial. "Misalkan, kamu kenapa ga datang dulu ke saya, malah ramai di berita saya jadi kena teguran. Nah yang begini sudah sering kedatangan teman-teman wartawan sendiri memang karena postingan di media sosial, karena saya berpikirnya lebih baik melakukan aksi nyata daripada sekedar keriuhan atau keramaian," ujarnya.

Kristiawan memang dikenal aktif di media sosial, ia memposting setiap kali melakukan aksinya termasuk jika ada postingan berbau sosial dia akan bergerak saat itu juga. Menurutnya postingan itu tidak bermaksud untuk ria dan takabur, namun ia mengajak dermawan lainnya untuk melakukan aksi serupa. Terakhir dia melakukan pendampingan ketika cerita Balita bernama Saira Nurul Aulia (4) penderita benjolan tumor terekspose di medsos.

"Satu jam di posting saya langsung ke lokasi, kebetulan itu wilayah tugasnya Pak Brigadir Dikri polisi yang juga aktivis sosial. Bersama beliau karena waktunya tengah malam balita Saira bersama ibunya kita bawa langsung ke rumah sakit pakai mobil patroli," tutur Kristiawan.

"Kalau saya mau Ria, mau pamer keuntungannya apa buat saya? Saya hanya mengajak sesama dermawan, relawan sosial untuk turun dan bergerak bersama-sama," tutup dia.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed