DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 14:14 WIB

Kolaborasi Polisi dan Dishub Bidik Pelanggar via CCTV di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Kolaborasi Polisi dan Dishub Bidik Pelanggar via CCTV di Bandung Suasana di ATCS/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Sejak Rabu (4/10/2017) pagi suasana ruang Area Traffic Control System (ATCS) di Balai Kota Bandung berbeda dari biasanya. Sebab kali ini tidak hanya dijaga oleh anggota Dishub Kota Bandung, namun ada anggota Satlantas Polrestabes Bandung yang juga ikut memelototi CCTV.

Ya, kedua aparat berwenang dalam lalu lintas kendaraan itu mulai hari ini berkolaborasi untuk melakukan pemantauan dan penindakan terhadap para pelanggar yang terpantau melalui CCTV di ATCS.
kedua aparat berwenang dalam lalu lintas kendaraan itu mulai hari ini berkolaborasi untuk melakukan pemantauan dan penindakan terhadap para pelanggar yang terpantau melalui CCTV di ATCS. kedua aparat berwenang dalam lalu lintas kendaraan itu mulai hari ini berkolaborasi untuk melakukan pemantauan dan penindakan terhadap para pelanggar yang terpantau melalui CCTV di ATCS. Foto: Tri Ispranoto

Dari pantauan detikcom kedua anggota beda instansi itu duduk berdampingan memelototi monitor komputer yang menayangkan CCTV yang kini terpasang di hampir seluruh titik persimpangan di Kota Bandung.

Sejak pagi hingga siang sekitar pukul 12.00 WIB tidak terlihat ada penindakan tilang yang dilakukan oleh kepolisian. Sebab rata-rata dari pantauan CCTV masyarakat sudah mulai tertib berlalu lintas.

Namun disela-sela pemantauan keduanya silih berganti memberikan imbauan melalui mix yang tersambung dengan pengeras suara di sejumlah persimpangan jalan. Mereka memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, sekaligus menginformasikan kembali terkait tilang CCTV.

"Kepada masyarakat agar tetap berhati-hati berlalu lintas. Patuhi segala rambu-rambu, dan berhenti di belakang garis putih. Dan bagi pengendara mobil berhenti di belakang RHK," ujar salah seorang anggota kepolisian Briptu Ganepa saat memberi imbauan.

Kepada detikcom Ganepa mengungkapkan jika nantinya ada pengendara yang melakukan pelanggaran maka akan langsung diperingati melalui pengeras suara. Selanjutnya anggota yang berada di lapangan akan melakukan penilangan.

"Tapi kalau tidak ada anggota di lokasi maka kita akan crop gambar dan video CCTV itu sebagai bukti untuk penilangan. Selanjutnya bukti itu kita bawa ke pelanggar sekaligus diberi surat tilang," katanya.

Sementara itu salah seorang operatos ATCS Ari R Nugraha mengatakan segala bentuk pelanggaran akan terdokumentasikan di dalam memori komputer. Bukti pelanggaran tersebut bisa berupa hasil foto dan video.

"Teknis penilangan itu ada pada kepolisian. Kami hanya melakukan imbauan dan menyediakan perangkat saja," ucapnya.

Ari mengatakan pemantauan tersebut akan dilakukan secara kolaborasi setiap hari mulai pukul 6.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Meski begitu CCTV akan merekam selama 24 jam sehingga pelanggar akan tetap terpantau.

"Nanti tetap terpantau jenis kendaraan dan nomor polisinya selama 24 jam. Itu terdokumentasikan dalam bentuk capturan atau video sebagai bukti tilang bagi pelanggar," ujar Ari.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed