DetikNews
Senin 25 September 2017, 16:02 WIB

Dear Pemkab Garut, Sungai Ciwalen Bau Tercemar Limbah Kulit

Hakim Ghani - detikNews
Dear Pemkab Garut, Sungai Ciwalen Bau Tercemar Limbah Kulit Foto: Hakim Ghani
Garut - Sungai Ciwalen yang terletak di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat tercemar oleh limbah kulit. Akibatnya air di sungai tersebut berubah warna menjadi abu-abu dan bau.

Salah seorang warga Kampung Sumbersari Timur, Kelurahan Regol, Garut Kota Indra (35) mengatakan sungai ini tercemar lantaran limbah hasil penyamakan kulit dari sejumlah pabrik yang terletak di wilayah Sukaregang, dibuang langsung ke sungai.

"Lihat aja warnanya, awalnya cokelat alami dari gunung, tapi tercemar sama limbah kulit jadi abu-abu pekat," ungkap Indra di Bantaran Susukan Ciwalen, Kampung Sumbersari Timur, Senin (25/9).

Indra menjelaskan selain warna airnya berubah menjadi abu-abu, air dari Susukan Ciwalen juga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Baunya seperti bau bangkai, karena bukan cuma limbahnya aja yang dibuang, tapi sisa-sisa kulitnya juga ikut diceburin ke sungai. Enggak dibuang ke tempat sampah," katanya.

"Sejak limbahnya dibuang ke sungai aja. Jadi bau dan warna airnya berubah. Ikan aja gak bisa hidup di sini," tambah warga lainnya, Cucu.

Limbah hasil penyamakan kulit ini mengalir di sepanjang Susukan Ciwalen yang memiliki panjang sekitar 5 kilometer.

Akibatnya tak hanya warga di Kampung Sumbersari Timur, sejumlah warga yang bermukim di Jalan Noch Kartanegara, Garut Kota, juga terganggu akibat limbah kulit ini.

"Kulit mah kan bahan kimia semua, jadi pantes aja bau. Yang enggak pantes mah limbahnya dibuang ke sungai," ungkap salah seorang warga Jalan Noch Kartanegara, Ari Aripin (27) kepada detikcom.

Dear Pemkab Garut, Sungai Ciwalen Bau Tercemar Limbah KulitFoto: Hakim Ghani


Ari mengatakan warga di wilayah ini berharap agar pemerintah segera mencari solusi terkait permasalahan ini. "Coba aja dari pemerintah ke sini pasti tutup hidung semua karena bau," ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh warga Kampung Sumbersari Timur agar pabrik tidak membuang limbahnya ke sungai. Salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan perwakilan perajin kulit, namun usaha mereka tidak ditanggapi serius.

Warga setempat merasa geram lantaran pemerintah dianggap lamban menanggapi masalah ini. Cucu mengatakan, warga berharap agar pemerintah menertibkan pabrik kulit yang membuang limbah sembarangan. "Emang (kerajinan) kulit itu ikon Garut, tapi kita di sini untung apa. Yang untung cuman pengusahanya aja," katanya.


(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed