DetikNews
Selasa 19 September 2017, 17:56 WIB

Gerindra Ingin Bertemu PKS Bahas Pilgub Jabar, Rujuk Lagi?

Mukhlis Dinillah - detikNews
Gerindra Ingin Bertemu PKS Bahas Pilgub Jabar, Rujuk Lagi? Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang awalnya akan diusung Gerindra-PKS/Foto: Dokumentasi detikcom
Bandung - Hubungan Gerindra - PKS berulang kali memanas jelang Pilb Jabar 2018. Komunikasi yang berjalan kurang baik terutama menyoal duet Deddy Mizwar - Ahmad Syaikhu, menjadi pemicu hubungan dua parpol ini merenggang.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi mencabut pernyataan dukungan terhadap pasangan Demiz - Syaikhu. Belum lagi, DPP Gerindra juga ingin menghitung kembali peluang duet Demiz - Syaikhu.

Munculnya penyataan dari kubu Gerindra memunculkan spekulasi kedua parpol itu pecah kongsi. Namun PKS menyakini dinamika yang terjadi sejauh ini tak lantas membuat keduanya 'bercerai'.

"Insya Allah (koalisi) tetap lanjut," kata Ketua DPW PKS Ahmad Syaikhu saat dihubungi via telepon genggam, Selasa (19/9/2017).

Sepertinya keinginan PKS untuk tetap bersama disambut baik juga oleh Gerindra. Mulyadi, Ketua DPW Gerindra Jabar menegaskan masih ingin berjuang bersama dengan PKS di Pilgub Jabar.

"Pada dasarnya kami (Gerindra) dengan PKS masih tetap ingin bersama," ungkap dia.

Ia mengaku akan segera bertemu dengan pengurus PKS di Jabar untuk mengkonsolidasikan kerjasama yang sempat tersendat. Dalam pertemuan itu nanti, ia ingin mengatur ulang pola koalisi yang sudah berjalan saat ini.

"Kami ingin nanti kembali meriset pola koalisi. Jangan lagi PKS memaksakan skenario sendiri. Karena setelah dipublikasi pasangan Demiz - Saikhu belum ada progres. Saya lihat progresnya tidak menggembirakan. Jadi perlu dievaluasi lagi," jelas dia.

Selain ingin mengatur ulang pola koalisi, Gerindra juga mengajak PKS bersama dengan poros baru merancang parameter kandidat pemimpin di Jabar. Sehingga, bisa mencetak calon pemimpin yang berkualitas.

"Jangan sampai orientasinya kekuasaan saja pilkada itu, tapi mengedepankan kepentingan masyarakat. Jangan sampai berspekulasi memilih pemimpin, tapi ada tolak ukurnya," kata Mulyadi.


(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed