DetikNews
Rabu 16 Agustus 2017, 21:02 WIB

Kakak-Adik Hilang, Barang Neng Vinda Masih Tertinggal di Indekos

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kakak-Adik Hilang, Barang Neng Vinda Masih Tertinggal di Indekos Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Jejak Kakak - Adik Neng Vinda Mulawati (24) dan Silviana Budiman (17) seolah tidak berbekas. Warga Kampung Sukaresmi, Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu hilang setelah menyewa angkutan kota menuju Cibadak.

Berbekal informasi dari Dewi Belawati (41), ibunda Neng Vinda dan Silvi, Detikcom mencoba menelusuri indekos Neng Vinda di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari pabrik GSI tempatnya bekerja.

Rumah indekos bercat hijau itu tampak sejuk. Dari jalan utama hanya masuk sedikit sejauh 10 meter. Imas Kurnia (43) dan suaminya Asep Sofian (45), pemilik indekos menerima dengan ramah kedatangan detikcom pada Rabu (16/8/2017) sore tadi.

"Anaknya baik, ramah bahkan tidak sungkan untuk bertegur sapa. Dia tinggal di sini sudah lebih dari 2 tahun jadi udah ga 'asa-asa' lagi," tutur Imas kepada detikcom.

Tidak ada gelagat aneh saat Neng Vinda itu berpamitan. Imas mengira Neng hanya ingin pindah dan mencari indekos lainnya. "Saya sempat nanya kerjaan berhenti, dia jawab belum bu. Dia juga nitip tas dan beberapa barangnya itu ada di sini saya simpan enggak berani ngebuka," ucapnya sambil menunjuk tas besar berwarna coklat di sudut ruangan.

Imas mulai heran saat Neng menyewa angkot. Saat itu dia hanya ditemani Silvi adiknya. Imas mengaku mengenal baik Silvi karena sering menginap. Bahkan beberapa kali bolos sekolah dan menunggu kakaknya kerja dengan berdiam diri di dalam kamar.

"Pas hari Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 07.30 WIB, mereka berpamitan. Naik angkot katanya sampai Cibadak bayar Rp 150 ribu, karena kebetulan sopir angkotnya saya kenal saya iseng tanya-tanya katanya setelah dari Cibadak keduanya langsung mencari kendaraan ke Bogor," lanjut Imas.

Sejumlah teman-teman indekos Neng Vinda enggan memberikan keterangan apapun. Mereka hanya bilang pegawai pabrik bagian Laboratorium itu sering ceramah kecil. Ketika Detikcom mencoba menanyakan isi ceramah mereka lebih memilih diam.

"Malam sebelum pergi dia cuma kasih baju tidur ke saya, katanya buat kenang-kenangan. Saya enggak ada pikiran apa-apa meski kaget kok bilangnya buat kenang-kenangan," tutur salah seorang teman satu kos Neng Vinda.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed