DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 20:15 WIB

Ngamen di Stasiun Cirebon, KPK dan PT KAI Kampanye Antikorupsi

Tri Ispranoto - detikNews
Ngamen di Stasiun Cirebon, KPK dan PT KAI Kampanye Antikorupsi Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PT KAI menggelar ngamen bareng di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon. Acara tersebut untuk mengkampanyekan antikorupsi terhadap masyarakat.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan stasiun adalah tempat berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat. Sehingga saat kampanye bisa langsung menyentuh seluruh latar belakang mulai dari akademisi, pedagang, hingga ibu rumah tangga.

"Musik adalah salah satu cara kita untuk mengingatkan masyarakat bahwa untuk tidak korup salah satunya lewat musik," ujar Saut Saut di sela-sela acara Ngamen Anti Korupsi di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Minggu (13/8/2017) malam.

Selain itu, dipilihnya stasiun sebagai tempat kampanye adalah karena di luar negeri kereta sudah menjadi ukuran sebuah kemajuan masyarakatnya dengan memperhatikan kecepatan mulai dari 80, 100, hingga 300 KM/jam. Sementara Indonesia sudah mulai memasuki 160 KM/jam.

Sehingga, kata Saut, hal tersebut sebuah kemajuan dan inovasi yang perlu dijaga bersama salah satunya oleh KPK agar tidak ada kerugian negara di dalamnya. "PT KAI punya planning mengamankan aset-asetnya. Oleh karena itu kita menjaga bersama agar bisa dikembalikan pada kesejahteraan rakyat," katanya.

Saut meminta agar instansi lain berinovasi layaknya PT KAI yang dianggapnya dulu kumuh kini menjadi sarana paling nyaman. "Dari situ kelihatan integritasnya. Syaiton bisa datang kapan saja, oleh sebab itu KPK datang terus menjaga. Supaya syaiton tidak goda-goda, karena syaiton bisa juga berbentuk manusia," ucapnya.

<i>Ngamen<i/> di Stasiun Cirebon, KPK dan PT KAI Kampanye AntikorupsiFoto: Tri Ispranoto


Di tempat yang sama Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan tujuan digelarnya ngamen itu tak lain untuk memperkuat sinergitas dengan KPK. Selain itu acara tersebut juga diharapkan bisa membangkitkan semangat untuk bersama melawan dan mencegah korupsi. "Kita berjalan dengan baik supaya masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan kita," tuturnya.

Acara ngamen tersebut sudah digelar di tujuh kota besar di Pulau Jawa mulai dari Jakarta, Depok, Surabaya, Jogja, Semarang, Madiun, dan kini Cirebon. Rencananya acara serupa juga akan digelar di luar Pulau Jawa yakni di Medan.

Dalam acara yang digelar mulai pukul 19.30 WIB di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon itu dimeriahkan oleh penampilan band ibu kota beraliran orkes melayu, Pengantar Minum Racun (PMR) dan beberapa band lainnya.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed