Ratusan Hektare Hutan Lindung di Pasirjambu Ditanami Sayuran

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 03 Agu 2017 17:04 WIB
Foto: Wisma Putra
Bandung - Ratusan lahan milik Perhutani di Blok Waas Dewata, Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beralih fungsi. Kawasan hutan lindung itu kini ditanami sayuran. Polisi mencatat sekitar 300 petani menggarapnya.

Hari ini, Kamis (3/8/2017), tim Satreskrim Polres Bandung melakukan pengecekan ke kawasan hutan lindung tersebut. "Dari luas lahan hutan lindung sekitar 127 hektare, sekitar 116 hektare lahan beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayuran," kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik saat meminpin peninjauan alih fungsi lahan di lokasi hutan lindung, Kamis (3/9/2017).

Lahan tersebut milik Perhutani yang berada di kawasan Dipa Geothermal, di lahan tersebut para petani menanam berbagai jenis sayuran seperti kubis, kentang, wortol, sledri dan lainnya. Selain itu ditemukan juga puluhan pohon yang ditebang dan hanya menyisakan bonggol pohonnya.

Firman mengungkapkan lahan tersebut digarap sekitar 300 orang petani. Setiap petani biasanya menggarap satu sampai tiga hektare lahan untuk ditanami sayur.
"Sebagian lahan sudah ditinggalkan. Tapi ini masih ditanami, mungkin panen terakhir," ujar Firman.

Menurut Firman polisi sebelumnya sudah memeriksa belasan warga yang diduga merusak area hutan lindung yang dijadikan lahan pertanian. "Tanah ini beralihfungsi menjadi lahan pertanian sejak tahun 2007 lalu," ujarnya.

Saat sidak tadi, terlihat sebuah pohon tua yang berusia ratusan tahun setinggi 30 meter tumbang hingga akar-akarnya karena puting beliung beberapa waktu lalu. Selain pohon tua itu, di sejumlah titik ditemukan pohon tumbang lainnya. Ditemukan juga puluhan bonggol pohon sisa penebangan liar.

Ratusan Hektare Hutan Lindung di Pasirjambu Ditanami SayuranFoto: Wisma Putra


Selain itu hampir seluruh pohon yang ada di lahan tersebut mati. Batangnya terlihat kering. "Pohonnya mati, mungkin karena terlalu sering kena pupuk," kata Firman.

Sementara itu, Anggota Polhut KPH Bandung Selatan Oto Susanto mengatakan pihaknya akan melakukan reboisasi hutan.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan pengawasan lebih ketat agar tidak ada lagi petani yang kembali menggarap lahan tersebut. "Tahun ini kami akan melakukan reboisasi hutan yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB)," ucapnya.

(ern/ern)