DetikNews
Senin 31 Juli 2017, 13:16 WIB

Pesona Batu Jutaan Tahun di Geopark Ciletuh yang Dilindas Crosser

Syahdan Alamsyah, Baban Gandapurnama - detikNews
Pesona Batu Jutaan Tahun di Geopark Ciletuh yang Dilindas Crosser Batu Batik di Geopark Ciletuh/Foto: Diah Andrini Dewi/dTraveler
Bandung - Batu 'Punggung Naga' atau juga dikenal Batu Batik berada di zona inti Geopark Ciletuh Palabuhanratu areal Suaka Margasatwa Cikepuh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Batu di sana tidak sembarangan karena berumur jutaan tahun. Lokasi tersebut menjadi daya tarik wisatawan.

Sejumlah foto menampilkan pengendara motocross melindas batu purba tersebut itu viral di media sosial (medsos). Ulah sang crosser tersebut ramai diprotes warganet.

Berapa usia Batu Batik? "Umur Batu Batik adalah Eosen yaitu antara 55 sampai dengan 33 juta tahun yang lalu," kata Kepala Museum Geologi Oman Abdurahman via pesan singkat, Senin (31/7/2017).

Sementara itu Rizki Gustana, praktisi wisata sekaligus salah satu penyedia layanan wisata Sukabumi Getlost, menyebut kawasan Batu Punggung Naga kerap dikunjungi wisatawan dengan minat khusus seperti peneliti, fotografer hingga mahasiswa yang melakukan tugas akhir tentang geologi.

"Saya pernah mengantar beberapa fotografer profesional untuk hunting foto di sana karena viewnya yang luar biasa," terang Rizki kepada detikcom.

Rizki menjelaskan, Batu Batik atau Batu Punggung Naga ini merupakan bebatuan yang menyerupai duri-duri yang merupakan batuan sendimen batu pasir kuarsa yang berumur tua.

Ia menjelaskan, selain bentuknya yang mirip punggung naga ada juga sebagian masyarakat yang menyebutnya dengan Batu Batik sementara nelayan lebih banyak menyebutnya Karangnaya. Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu sendiri saat ini masih dalam penilaian Unesco agar bisa masuk ke dalam salah satu world heritage.

"Dengan jarak tempuh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang sekitar 40 menit menggunakan perahu yang disediakan oleh Kelompok Masyarakat Konservasi (POKMASI) Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Di tempat itu wisatawan bisa melihat beragam keindahan sunsetnya yang luar biasa," tutur Rizki.

Pengendara motocross melindas batuan batikPengendara motocross melindas batuan batik Foto: Istimewa

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Dana Budiman kecam aksi oknum tersebut. "Tindakan itu tidak dapat kami tolelir, ini batuan langka dan harus kita jaga bersama. Bukan seperti ini," kata Dana melalui sambungan telepon kepada detikcom.

Pemkab Sukabumi tengah mendapat kunjungan dari tim asesor UNESCO yang bakal menyambangi sejumlah lokasi yang masuk ke dalam kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Seperti diketahui, Geopark Ciletuh tengah didaftarkan menjadi salahsatu world heritage ke UNESCO.

"Diharapkan masyarakat mendukung dengan menjaga lingkungannya. Pak Bupati Sukabumi juga kan saat ini sedang ke lokasi beliau cek kesiapan-kesiapan kita beliau sangat mendukung begitu juga dengan pihak propinsi," tutur Dana melanjutkan.

Terkait tindakan hukum, Dana mengaku belum akan memprosesnya lebih jauh. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait. "Saya tidak tahu itu siapa, mungkin nanti pihak yang lebih berkepentingan yang akan mengambil tindakan," ujar Dana.
(bbn/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed