ADVERTISEMENT

Lanud Husein Sastranegara Bantah Monopoli Taksi Bandara

Mochamad Solehudin - detikNews
Selasa, 11 Jul 2017 16:07 WIB
Foto: Taksi Primkopau Bandara Husein Sastranegara (Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Kadisops Lanud Husein Sastranegara Letkol Nav Wahyu Bintoro membantah bila Primkopau Lanud Husein memonopoli taksi bandara. Pasalnya sejak 2012 lalu sudah ada perjanjian dengan Organda, taksi dari perusahaan lain diperbolehkan masuk dan mengambil penumpang di area bandara.

Baca Juga: Warganet Ngeluh Tarif 'Mencekik' Taksi Bandara Husein Bandung

Hanya saja, kata dia, taksi perusahaan lain harus mengikuti aturan yang berlaku di bandara. Tidak diperbolehkan saling serobot penumpang dan harus mengantre dengan taksi lainnya.

"Jumlahnya sebanyak 10 taksi setiap perusahaan. Masalahnya mereka mau antre atau tidak. Kalau tidak, akhirnya mereka memilih stay di luar," ujarnya, di Lanud Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (11/7/2017).

Selama ini menurutnya, Primkopau Lanud Husein selalu menjadi sorotan karena dianggap melakukan monopoli. Padahal sebaliknya, justru taksi Primkopau yang tidak boleh mangkal di lokasi lain. "Ini fair atau tidak. Hal ini sudah kita sampaikan ke Organda," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menutup mata masih banyak yang harus diperbaiki dari sisi pelayanan taksi bandara. Adanya oknum sopir taksi dan taksi gelap juga menjadi sorotan yang akan terus dibenahi.

"Kita akui masih ada oknum-oknum. Tapi kami tegaskan sudah menerapkan argo. Kalau petugas kami melanggar, kami akan tindak tegas," katanya.

Di lokasi yang sama, Kaprimkopau Lanud Husein Kapten Lek M Kasdani mengungkapkan, saat ini ada 135 unit taksi yang terdaftar. Dari jumlah tersebut sebanyak 80 unit kendaraan beroperasi setiap harinya.

"Sebetulnya kita punya slot 200 unit. Tapi sampai saat ini belum dirilis dengan kaitan jumlah taksi di Bandung. Kami sulit peremajaan. Karena belum mendapat rekomendasi dari Pemkot. Sehingga kita maksimalkan yang ada," ujarnya.

Tidak hanya itu, demi meningkatkan pelayanan, pihaknya akan menjajaki kerjasama dengan penyedia jasa taksi online. "Tapi saat ini baru bertemu dua kali. Ini belum final," katanya. (avi/avi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT