DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 17:01 WIB

Jasa Marga akan Gelar Uji Kelaikan Kendaraan di Rest Area Tol Purbaleunyi

Mukhlis Dinillah - detikNews
Jasa Marga akan Gelar Uji Kelaikan Kendaraan di Rest Area Tol Purbaleunyi Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Tiga hari berturut-turut kecelakaan terjadi di Tol Purbaleunyi. Rata-rata penyebab kecelakaan disebabkan rem blong. PT Jasa Marga selaku pengelola meminta pengendara lebih memperhatikan kelaiakan kendaraan.

"Kesimpulan dari pihak kepolisian dan Dirjen Perhubungan Darat kecelakaan disebabkan oleh rem blong. Untuk itu kita harus konsen," kata Deputi GM Traffic Management Tol Purbaleunyi, Andri Kustiawan saat dihubungi via telepon genggam, Jumat (19/5/2017).

Andri mengatakan akan melakukan pengujian kelaikan kendaraan angkutan barang yang melintas Tol Purbaleunyi bekerjasama dengan Polda Jabar dan Dishub Jabar. Pengecekan dilakukan di rest area KM 72 arah Bandung dan KM 125 arah Jakarta.

Menurutnya pengujian kelaikan kendaraan khususnya sistem pengereman ini perlu dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan di Tol Purbaleunyi. Pasalnya, cara lainnya seperti pembatasan kendaraan overload sudah dilakukan.

"Sebenarnya kendaraan yang terlibat kecelakaan itu masih di bawah tonase yang diperkirakan maksimal. Jadi ini murni persoalan pengereman," ungkap dia.

Andri menilai pembelajaran dari rentetan peristiwa ini yakni pentingnya edukasi bagi pengemudi dan pemilik kendaraan. Edukasi yang dimaksud ialah kepedulian terhadap pemeliharaan dan pengecekan kelaikan kendaraan secara berkala.

"Dalam kasus ini tidak hanya pengemudi saja, tetapi juga pemilik kendaraan atau korporasi juga harus memperhatikan armadanya dengan baik," jelas dia.

Selain itu, kata dia, seluruh pengguna jalan Tol Purbaleunyi diimbau untuk memanfaatkan keberadaan rest area dengan maksimal. Salah satunya untuk istirahat dan mengecek fungsi pengereman sebelum melanjutkan perjalanan.

Memang KM 97 - KM 80 mengarah Jakarta itu jalurnya turunan panjang dan berliku-liku. Jadi para pengemudi bisa memanfaatkan rest area itu untuk pendinginan rem. Jadi jangan memaksakan, sehingga rem panas dan tidak berfungsi nantinya," kata Andri.

Sebelumnya, pada Rabu (17/5/2017) sekitar pukul 15.30 WIB, truk kontainer bermuatan bahan tekstil terguling hingga menutup satu ruas jalan di KM 86 Tol Purbaleunyi. Setelah terguling truk sempat terbakar. Sopir mengalami patah tulang.

Keesokan harinya, tabrakan beruntun terjadi di KM 91 Tol Cipularang pada Kamis (18/5/2017) sekitar pukul 19.45 WIB. 10 kendaraan terlibat dalam kecelakaan maut itu. 4 orang tewas dan 27 orang lainnya luka-luka akibat insiden itu.

Masih hangat dari kejadian kedua, sebuah bermuatan beras menabrak dua mobil petugas PT Jasa Marga dan satu mobil pribadi yang sedang terparkir di bahu jalan. Saat kejadian, petugas PT Jasa Marga sedang melakukan olah TKP tabrakan beruntun.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed