DetikNews
Kamis 04 Mei 2017, 18:05 WIB

Polres Cirebon Ringkus Kawanan Pengedar Obat Penenang

Tri Ispranoto - detikNews
Polres Cirebon Ringkus Kawanan Pengedar Obat Penenang Foto: Tri Ispranoto
Kabupaten Cirebon - Unit I Satres Narkoba Polres Cirebon meringkus empat pria kawanan pengedar obat penenang yang seharusnya tidak dijual bebas di pasaran. Polisi menyita barang bukti berupa puluhan ribu butir obat penenang siap jual.

Terbongkarnya kasus tersebut bermula dari adanya laporan warga. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan mendapat info jika akan ada transaksi di sekitar Bank BRI Gebang, Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu siang (3/5) kemarin.

"Di lokasi itu kita tangkap dua tersangka, inisialnya SYA dan KAR," ucap Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra kepada wartawan di Mapolres Cirebon, Kamis (4/5/2017).

SYA memiliki dua klip plastik bening yang berisi 71 pil tramadol dan uang Rp 40 ribu yang diduga hasil penjualan. KAR mempunyai satu klip plastik bening berisi 42 butir pil tramadol dan uang hasil penjualan Rp 20 ribu.

Polisi terus bergerak mengembangkan kasus ini hingga berhasil meringkus SA dan SOL di sebuah jasa biro kurir, JNE Cabang Jamblang, Desa dan Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Saat dilakukan penangkapan, keduanya baru saja menerima paket dalam sebuah dus yang ternyata berisi puluhan ribu obat penenang yang seharusnya tidak mereka jual beli secara bebas dan harus menggunakan resep dokter.
Polres Cirebon Ringkus Kawanan Pengedar Obat PenenangFoto: Tri Ispranoto

Setelah proses penghitungan, terdapat 775 butir pil tramadol, 13 toples pil tramadol berisi 13.000 butir, 4.000 butir pil triexphenidil, 31 butir pil reklona, 56 butir pil neru marlofan lora zepam, dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan.

"Kita masih melakukan penyelidikan keterkaitan antar tersangka. Termasuk kita masih memburu bandar besar yang menyuplai barang pada mereka," kata Risto.

SA mengaku mendapat paket berisi obat-obatan tersebut dari seseorang di Jakarta. Satu paket besar yang baru dia terima dibeli seharga Rp 5,5 juta. "Kalau untung bisa dua kali lipat. Ada satu bet harga 100 ribu rupiah, saya jual 200 ribu rupiah," ucap SA.

Guna kepentingan penyelidikan, polisi menahan keempatnya di Rutan Satres Narkoba Polres Cirebon. Selain itu, penyidik membawa sampel obat-obatan ke Puslabfor Mabes Polri dan tes urine para tersangka.

Empat pria kawanan pengedar obat penenang itu dijerat Pasal 196 jo 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed