DetikNews
Jumat 21 April 2017, 10:13 WIB

Cerita Penyakit Aneh Abah Tarsa yang Huni Gubuk Derita di Bandung

Mukhlis Dinillah - detikNews
Cerita Penyakit Aneh Abah Tarsa yang Huni Gubuk Derita di Bandung Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung -

Abah Tarsa (82) harus menerima takdir memiliki fisik yang tak normal. Kepala Tarsa miring ke kiri seolah lehernya patah. Penyakit aneh itu dialaminya 35 tahun lalu. Kini lelaki renta tersebut menghuni gubuk derita di Kota Bandung.

Tarsa menceritakan awal mula penyakit aneh itu menyerang tubuhnya. Saat itu, lehernya tiba-tiba mengalami kesemutan hebat. Lambat laun, terjadi perubahan terhadap kepalanya. Leher Tarsa mulai miring ke kiri.

"Awalnya kayak kesemutan, dikirain enggak ada apa-apa. Tiba-tiba miring ke kiri aja perlahan-lahan," kata Tarsa saat berbincang dengan detikcom di gubuknya di Sweet Antapani Regency, Jalan Antapani, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017).

Cerita Penyakit Aneh Tarsa yang Huni Gubuk Derita di BandungFoto: Mukhlis Dinillah
Kakek yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk menyerupai kandang ini mengaku sudah mencoba berobat. Mulai dari pengobatan alternatif hingga ke rumah sakit, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

"Pernah berobat kemana-mana, tapi enggak ada yang bisa nyembuhin. Abah juga enggak dikasih tau ini penyakit apa. Katanya susah menyembuhkannya, sudah parah," jelas dia.

Kunjungi 20detik untuk dapatin video menarik lainnya


Baca juga: Tinggal di Gubuk Derita, Abah Tarsa Hanya Ditemani Kucing

Kondisi ekonomi yang tak mendukung, membuat Tarsa memilih pasrah dengan kondisinya. Meski demikian, kondisi itu tidak mengganggu aktivitasnya sehari-hari termasuk bekerja.

"Saya sekarang enggak terlalu berharap untuk bisa sembuh. Hidup tenang di masa tua juga sudah cukup," kata dia.

Cerita Penyakit Aneh Tarsa yang Huni Gubuk Derita di BandungFoto: Mukhlis Dinillah
Tarsa saat ini tinggal di sebuah gubuk di tengah-tengah ilalang dalam perumahan cukup mewah. Tarsa membangun gubuknya sendiri di atas tanah milik pengembang. Namun, tentu atas izin pemilik.

Kondisi gubuk berukuran 2 x 3 meter itu memprihatinkan. Pengap tidak ada ventilasi. Sama sekali tidak ada aliran listrik termasuk kamar mandi. Tarsa harus menumpang di tempat orang lain untuk buang air kecil dan besar.

Baca juga: Kisah Kakek di Bandung Hidup Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Derita

Sekelilingnya kebun dan rumput liar. Terdapat kandang ayam dan kambing milik orang lain yang dititipkan kepadanya. Hewan ternak itu sudah dianggapnya sebagai teman. Keberadaan mereka seolah memecah kesunyian.

Tarsa mengaku selama ini belum pernah mendapatkan sentuhan bantuan dari pemerintah. Hanya saja sesekali ada warga atau donatur yang membantunya. Tapi tak membuatnya berpangku tangan. Tarsa tetap mencari uang sendiri dengan memulung.

"Mudah-mudahan suatu saat ada rezeki ingin ada listrik sama kamar mandi. Soalnya susah kalau mau buang air jauh ke orang lain. Ingin juga kalau malam enggak gelap terus," tutur Tarsa.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed