3.760 Pelajar di Kabupaten Bandung Meriahkan Rampak Baca

Wisma Putra - detikNews
Senin, 17 Apr 2017 15:48 WIB
Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Sebanyak 3.760 pelajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bandung memeriahkan acara bertajuk 'Rampak Baca' di Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dihelat Pemkab Bandung dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pelajar menghadiri kegiatan 'Rampak Baca' ini perwakilan dari seluruh sekolah yang ada di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Setiap siswa siswi yang hadir dalam kegiatan tersebut diwajibkan membawa buku dan membaca senyap dalam tiga termin yaitu 42 menit, 21 menit dan 10 menit.

"Minat baca di kalangan pelajar di Kabupaten Bandung meningkat," kata Kadisdik Kabupaten Bandung Juhana di Dome Balerame, Kabupaten Bandung, Senin (17/4/2017).

Juhana mengungkapkan, dalam kegiatan ini Disdik Pemkab Bandung menargetkan 3.760 pelajar yang mengikuti acara. Namun pada pelaksanaannya, antusiasme pelajar yang hadir melebihi target.

"Ini sangat menggembirakan, ternyata jumlah yang hadir lebih dari target. Acara ini dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke 376. Ini menunjukkan minat baca di kalangan pelajar sudah mulai semarak," tutur Juhana.

Menurut Juhana, minat baca pelajar saat ini makin menggeliat. Hal tersebut ditunjang oleh kegiatan membaca di setiap sekolah selama 10-15 menit sebelum berlangsung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

"Kami juga pasang target setiap anak itu pertahun minimal harus membaca 24 buku. Tapi ternyata pada pelaksanaannya, ada pelajar sampai baca 130 buku, bahkan lebih dari itu. Ini menunjukkan minat baca pelajar ini terus bergairah," ujarnya.

3.760 Pelajar di Kabupaten Bandung Meriahkan Rampak BacaFoto: Wisma Putra
Budaya baca buku, kata dia, sangat menunjang kemajuan peradaban suatu bangsa dan bisa mempercepat masyarakat yang maju, mandiri dan berdaya saing. Guna meningkatkan minat baca masyarakat, sambung Juhana, harus dimulai dari kalangan pelajar.

"Budaya membaca itu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Sehingga ini harus terus digalakkan di semua tingkatan," ucapnya.

Saat ini sarana berupa buku bahan bacaan untuk pelajar sudah terbilang sangat memadai. Tersedia di seluruh sekolah berbagai tingkatan, sehingga tidak perlu khawatir kekurangan bahan bacaan. Untuk meningkatkan minat baca pelajar itu, sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti, salah satu komponennya ialah gerakan literasi.

"Di setiap sekolah itu banyak buku. Itu bentuknya tidak selalu harus ada gedung perpustakaan di sekolah. Bisa saja pojok-pojok baca yang menyediakan berbagai bacaan. Jadi tidak ada alasan kalau di sekolahnya tidak ada gedung perpustakaan," tutur Juhana.

Bupati Bandung Dadang M Naser menjelaskan kegiatan rampak baca ini dapat dilaksanakan pelajar SD hingga SMA. "Semoga dengan kegiatan ini dapat menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya," ujar Dadang.

Selama ini, kata Dadang, Pemkab Bandung menyediakan perpustakaan keliling dan perpustakaan sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca. "Membaca buku apa saja yang penting gemar, mau novel atau tentang budaya dan lingkungan asal menjadi kebiasaan," ucap Dadang.

Guru SDN Pangalengan 1 Pasir Mulya, Dewi, berharap melalui kegiatan ini dapat menebarkan benih-benih kebaikan. "Semoga minat baca anak-anak terus menggeliat," kata Dewi.

Salah satu siswa SDN Rancamanyar 2, Agnes (11), mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan rampak baca. "Senang, bisa baca bareng bersama teman-teman disini. Biasanya kan baca buku sendiri di rumah, sekarang ramai-ramai baca bukunya," tutur Agnes. (bbn/bbn)