Kelas Banjir, Siswa SD Dayeuhkolot Bandung Belajar di Rumah Warga

Wisma Putra - detikNews
Senin, 10 Apr 2017 13:45 WIB
Siawa harus belajar di rumah warga karena ruang kelas kebanjiran. Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Para Siswa SDN 7 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga setempat. Pilihan itu harus dilakoni lantaran ruang kelas terendam banjir.

Aktivitas sekolah terhambat tiap banjir menerjang. Sebelum air surut, sebanyak 190 orang siswa SDN 7 Dayeuhkolot bergeser mengikuti KBM di lokasi pengungsian yang berupa bangunan rumah salah satu warga.

"Kami mengungsi setiap banjir merendam sekolah," kata Amelia Oktaviana, salah satu guru SDN 7 Dayeuhkolot, di tempat pengungsian, Senin (10/4/2017).

Kelas Banjir, Siswa SD Dayeuhkolot Bandung Belajar di Rumah WargaMereka tetap semangat belajar di rumah warga. Foto: Wisma Putra
Amelia prihatin melihat anak didiknya belajar dan berdesak-desakan di sebuah ruangan sempit. Suasana tersebut kerap terulang. Hari ini mereka kembali merasakan gambaran tersebut.

"Saking seringnya tergenangi banjir, dua hari melakukan KBM di sekolah, besoknya harus pindah lagi ke pengungsian. Hari ini kami belajar di pengungsian. Waktu Sabtu kemarin masih belajar di sekolah, terua kami balik lagi ke pengungsian karena Sungai Citarum kembali naik," tuturnya.

Para siswa sekolah tersebut menempati rumah kosong milik Engkun, warga Kampung Bolero, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Engkun kini tinggal di Kabupaten Sukabumi.

"Pa Engkun sangat prihatin kepada siswa. Beliau rela rumah miliknya digunakan KBM oleh kami," kata Amelia.

Kelas Banjir, Siswa SD Dayeuhkolot Bandung Belajar di Rumah WargaPara guru tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar meski bukan di ruang kelas. Foto: Wisma Putra
Tiap ruangan di rumah ini berukuran sekitar 4x5 meter yang diisi satu kelas dengan jumlah siswa mencapai 40 orang. Ruangan tengah, tamu dan keluarga di rumah tersebut difungsikan sebagai kelas. Untuk siswa kelas 1 dan 2 belajar pada pukul 07.30 - 10.00 WIB, dan siswa kelas 3, 4 dan 5 belajar pada pukul 07.30 - 12.00 WIB.

"Untuk siswa kelas enam belajar di rumah salah satu guru yang lokasinya tidak jauh dari sekolah," ujar guru lainnya, Yanti Siti Hadianti.

Para siswa belajar tidak menggunakan papan tulis. Sementara guru menjelaskan materi pelajaran melalui kertas salinan.

Yanti dan guru lainnya menyambut wacana Pemkab Bandung merelokasi SDN 7 Dayeuhkolot ke komplek Zipur Dayeuhkolot. "Terpenting aman buat siswa dan buat guru. Kami menyambutnya dengan gembira," kata Yanti. (bbn/bbn)