DetikNews
Jumat 24 Maret 2017, 23:53 WIB

PT Pupuk Kujang Minta Polisi Tindak Tegas Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

Mukhlis Dinillah - detikNews
PT Pupuk Kujang Minta Polisi Tindak Tegas Penyelewengan Pupuk Bersubsidi Foto: Mukhlis Dinillah
Purwakarta - Terbongkarnya praktik penyelewengan pupuk bersubsidi di gudang lini III Purwakarta membuat PT Pupuk Kujang selaku produsen geram. PT Pupuk Kujang meminta polisi menindak tegas oknum mafia pergudangan tersebut.

"Dirut (PT Pupuk Kujang) saat mengetahui persoalan ini geram sekali. Beliau meminta oknum itu ditindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan kepada wartawan, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya penyelewengan seperti ini baru pertama kalinya terjadi di wilayah Jabar. Sehingga, pihaknya mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah berhasil membongkar penyelewengan pergudangan tersebut.

"Kami apresiasi kinerja polisi mengungkap penyelewengan pupuk (bersubsidi). Kami juga akan kooperatif untuk membantu mengungkap lebih lanjut kasus ini," ungkap dia.

Ade menegaskan oknum yang terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi itu bukan merupakan pegawai PT Pupuk Kujang. Akan tetapi, lanjut dia, merupakan pegawai yang dipekerjakan oleh pihak ketiga pengelola gudang lini III.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, oknum pengelola gudang. Jadi bukan karyawan PT Pupuk Kujang atau PT Petrokimia Gresik. Kami serahkan pihak ketiga pengelola gudang," jelas dia.

"Jadi mereka itu outsourcing yang dipekerjakan oleh pengelola gudang," menambahkan.

Dengan adanya kejadian ini, kata dia, pihaknya akan mengevaluasi secara teknis penyimpanan pupuk bersubsidi di gudang lini III. Pihaknya, ingin memastikan tidak ada lagi praktik penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubsidi.

"Celah penyelewengan itu akan kami evaluasi. Ini pertama kali dan menjadi perhatian kami agar tidak kembali terjadi," kata Ade.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan menerjunkan petugas ke lapangan untuk mengecek berat timbangan pupuk bersubsidi di kios-kios resmi. "Kalau ada yang berkurang akan kami ganti," tegasnya.

Dia mengatakan dengan adanya penyelewang ini, PT Pupuk Kujang merugi hingga Rp 388 juta. Perhitungan itu berdasarkan kalkulasi 13 ton pupuk jenis Urea yang dijual para pelaku kepada pengecer setiap bulannya.

"Kalau perhitungan kami satu bulan 13 ton. Sedangkan satu ton saja sekitar 1,8 juta. Jadi dalam satu tahun bisa mencapai Rp 388 juta," kata Ade.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik penyelewengan pupuk bersubsidi di gudang lini III produsen PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gesik, Selasa (21/3/2017). Polisi mengamankan enam orang pelaku dalam pengungkapan ini.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed