DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 15:31 WIB

Makam Pemuda Korban Pembacokan di Cirebon Dibongkar Polisi

Tri Ispranoto - detikNews
Makam Pemuda Korban Pembacokan di Cirebon Dibongkar Polisi Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Makam pemuda korban pembacokan, Eman Suherman (27), di TPU Sirnaraga Kesinangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dibongkar oleh pihak kepolisian dan tim dokter dari RS Bhayangkara Indramayu.

Kuasa hukum keluarga Eman, Dedi Kusnandar mengatakan, makam dibongkar karena pihak kepolisian membutuhkan bukti tambahan yakni hasil autopsi terhadap tubuh korban. Sebelumnya pihak keluarga telah memakamkan Eman pada Jumat 17 Maret 201 sore lalu tanpa melakukan proses autopsi.

"Sebelumnya keluarga menolak autopsi. Tapi setelah kita beri penjelasan dan penyidik datang akhirnya keluarga menerima untuk autopsi," jelas Dedi saat ditemui di sela-sela proses autopsi di TPU Sirnaraga Kesinangan, Senin (20/3/2017).

Selain melengkapi berkas, proses autopsi juga diharapkan agar tidak adanya kekeliruan dalam penerapan pasal. "Bisa saja nanti kalau tanpa autopsi hanya dikenakan Pasal 170 atau 351 KUHPidana mengenai penganiayaan. Padahal ini sudaj jelas pembunuhan, dan bahkan berencana sesuai Pasal 340 KUHPidana yang ancamananya minimal 20 tahun penjara," katanya.

Pihaknya meyakini Eman merupakan korban pembunuhan berencana. Hal itu lantaran saat kejadian pelaku saling mengenal dengan korban dan sudah membawa senjata tajam yang digunakan untuk melukai.

"Kemarin itu ada sekitar enam bacokan. Bahkan satu bacokan sampai berlubang karena senjata tajamnya sengaja dikoyak oleh pelaku," ucapnya.

Meski demikian pihaknya tetap menyerahkan proses penyelidikan kepada Satreskrim Polresta Cirebon. Keluarga pun sudah berkomitmen tidak akan melakukan aksi balasan terhadap pelaku, teman, atau keluarganya terkait kasus pembacokan tersebut.

"Informasi yang keluarga dapat itu sudah ada dua orang yang ditangkap. Dan antara korban dan pelaku saling mengenal," pungkas Dedi.

Dari pantauan detikcom, proses autopsi dilakukan oleh sejumlah dokter di atas liang kubur korban sejak Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB proses autopsi masih dilakukan dan untuk kepentingan pemeriksaan sekitar 20 meter dari lokasi autopsi dibatasi police line.

Sebelumnya Eman ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Mohammad Toha pada Jumat 17 Maret dinihari sekitar pukul 2.30 WIB. Sebelum kejadian Eman yang berboncengan dengan seorang temannya dibuntuti oleh pelaku. Sesampainya di lokasi motor Eman tiba-tiba ditabrak oleh pelaku, hingga akhirnya terjadi duel yang menyebabkannya meninggal dunia.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed