LS ditemukan warga di irigasi yang berjarak tak jauh dari kediamannya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Saat ditemukan oleh warga pada Rabu (31/8), sekitar pukul 20.00 WIB, wanita malang ini sudah tergeletak dengan luka lebam di mata kiri.
TR (48), bibi korban, menyebut LS diduga menjadi korban penganiayaan dan kekerasan seksual oleh dua orang tak dikenal. Setelah itu tubuh LS dibuang dari motor ke saluran irigasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menggunakan bahasa isyarat, kata dia, LS mengaku saat itu dibawa dua pemuda. Ia kemudian dipaksa menenggak minuman keras lalu mendapat kekerasan seksual di suatu tempat.
"Sebelum meninggalkan rumah, dia (LS) bilang mau jajan ke depan. Tapi enggak pulang-pulang. Ada warga yang bilang liat dia sama dua lelaki, enggak tahu kemana. LS mengaku dipukuli lalu mendapat kekerasan seksual," tutur TR.
Ia menuturkan, LS sempat dirawat di rumah selama seminggu lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit. Namun, sambung dia, LS tak kunjung bisa berjalan walaupun sempat diurut olah tukang urut.
"Tapi ada beberapa mahasiswa yang datang ke rumah dan bawa dia ke Rumah Sakit Cililin. Pas di periksa ternyata tulang pinggul LS retak. Terus dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat sekarang dari kemarin malam," ujarnya.
Atas bantuan Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat, kata dia, keluarga korban mau melaporkan derita LS kepada polisi. Namun, lantaran tak ada saksi dan keterbatasan komunikasi korban membuat proses pemeriksaan terkendala.
"Awalnya keluarga takut melapor, karena enggak punya uang. Tapi ada mahasiswa yang bilang harus dilaporin karena itu melanggar hukum. Jadi keluarga akhirnya berani," ucap TR.
Ia berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus dugaan kejahatan seksual ini. "Mudah-mudahan cepat tertangkap. Ini perbuatan sangat keji. Harusnya LS dikasihani, bukan disiksa seperti ini," kata TR. (bbn/bbn)











































