ADVERTISEMENT

Ridwan Kamil akan Bicara ke TNI AU soal Parkir dan Monopoli Taksi di Bandara

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 17:58 WIB
Wajah baru Bandara Husein Sastranegara (Foto: Istimewa/Aprilia Dwiana)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui banyak menerima keluhan soal Bandara Husein Sastraneraga. Kali ini bukan soal bandaranya yang kumuh, tapi fasilitas parkir dan taksi yang kerap menghantui pengguna bandara.

"Saya sudah baca (keluhan warga), kan satu-satu yah. Bandaranya udah. Nah berikutnya, itu sudah dirapatkan sebenarnya. Sudah rapat antara Dishub, Angkasa Pura dan TNI AU," ujar Emil, sapaan karib Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (11/4/2016).

Pengunjung saat ini sudah cukup senang dengan wajah baru Bandara Husein Sastranegara. Yang dulunya sempit dan kumuh, kini lebih luas dan moderen dengan fasilitas mumpuni. Namun soal parkir dan monopoli taksi, masih menjadi keluhan pengunjung.

"Jadi komplain yang monopoli tarif (taksi) sedang dirapatkan dan dicari solusinya," jelas Emil.

Sementara soal sesaknya lahan parkir, Emil mengaku sedang mencarikan investor untuk mau bekerjasama membangun gedung lift dengan sistem lift.

"Dana pembangunannya dari investasi pihak ketiga, karena itu bukan proyek Pemkot Bandung, itu tanahnya TNI AU. Jadi, pihak ketiga ini kerjasamanya dengan TNI AU," jelasnya.

Dengan perbaikan fasilitas secara bertahap, Emil berharap bisa memberikan kenyamanan kepada pengguna angkutan udara di Bandara Husein Sastranegara.  

"Parkir (dibangun) tahun ini, tapi saya akan melobi KSAU dulu untuk memastikan proyek parkir ini bisa berjalan. Mudah-mudahan kombinasi parkir vertikal pakai lift dan antimonopoli (taksi) bisa merespons apa yang YLKI sampaikan," ucapnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didid Ruswandi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat sebelumnya terkait taksi monopoli taksi yang banyak dikeluhkan pengguna bandara.

"Mereka sebetulnya terbuka untuk taksi lain dan itu sudah berlangsung lama. Tapi karena antreannya disatukan, itu taksi lain pada malas. Setelah tanggal 9 ada rapat lanjutan untuk membahas itu, jadi nanti ada lajur taksi khusus non-Primkop AU," tandasnya.

(avi/try)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT