detikNews
Senin 04 April 2016, 16:25 WIB

Gedung Kesenian Jabar, Pemprov akan Ganti Zaha Hadid dengan Arsitek Lokal

Tya Eka Yulianti - detikNews
Gedung Kesenian Jabar, Pemprov akan Ganti Zaha Hadid dengan Arsitek Lokal Foto: dikhy sasra
Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan mengganti arsitektur internasional yang merancang Gedung Kesenian Jabar di Cikutra dengan arsitek lokal. Seperti diketahui arsitek kenamaan Zaha Hadid yang sebelumnya dipilih untuk membuat konsep gedung itu meninggal dunia beberapa hari lalu.

"Ketika (Zaha Hadid) kemarin meninggal kemungkinan kita akan ganti dengan arsitek lokal," ujar Aher saat ditemui usai pelantikan eselon II, III dan IV di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (4/4/2016).

Ia mengatakan, jika mengganti dengan arsitek sekelas Zaha Hadid biayanya tentu besar.

"Kan biayanya cukup besar dan harus dibebankan pada pihak ketiga. Saya khawatir nanti kalau mengejar seperti paket Zaha Hadid cukup mahal konsepnya," katanya.

Desain yang mahal menurut Aher nanti bisa menjadi beban pada pengembang, developer atau pengelola. "Bayarnya kan by desain, kan khawatirnya ga sanggup," katanya.

Karena itu, kemungkinan besar, Pemprov Jabar akan menggunakan desain lokal yang dibayarnya pakai APBD.‬ "Kalau lokal, ga bayar mahal sampai Rp 20 miliar," tutur Aher. Untuk penunjukkan arsitek lokal itu ada mekanisme tendernya.

Meskipun arsitek lokal namun Aher optimis kualitasnya akan tetap terjaga dan bahkan tak kalah dengan arsitek luar negeri. Misalnya, di ITB dan UGM. Desainer dari kedua perguruan tinggi tersebut, bisa berkolaborasi.

"Desainnya juga banyak yang kelas internasional. Saatnya kita menghargai anak bangsa sendiri saya kira top," jelasnya.

Sementara sebelumnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menyarankan Zaha Hadid sebagai arsitek untuk gedung kesenian Jabar, mengaku proses desain proyek itu tetap akan dilakukan sesuai rencana. Sebab, Zaha Hadid mempunyai tim yang ikut merencanakan.

"Desainnya sedang berproses. Kalau arsitek utama itu kan ngonsep. Detil dan desainnya ada timnya. Jumlahnya kan ribuan. Yang penting gagasannya dari beliau," ujarnya beberapa waktu lalu.
(tya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com