DetikNews
Jumat 19 Juni 2015, 18:52 WIB

BBPOM Bandung Gerebek Gudang yang Simpan 10 Ribu Makanan Impor Diduga Ilegal

Erna Mardiana - detikNews
BBPOM Bandung Gerebek Gudang yang Simpan 10 Ribu Makanan Impor Diduga Ilegal
Bandung - Balai Besar Pemeriksa Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menggerebek sebuah gudang penyimpanan produk makanan impor yang diduga ilegal di Jalan Otista Bandung, Jumat (19/6/2015). Di sana ditemukan lebih dari 10 ribu produk yang tidak ada izin edarnya. Nilainya mencapai Rp 730 juta.

Kepala BBPOM Abdul Rahim mengatakan penggerebekan gudang itu bermula dari ditemukannya sejumlah produk makanan impor di sejumlah supermarket di Bandung.

"Selama Ramadan kita intensifkan pengawasan pangan, karena biasanya konsumsi masyarakat lebih tinggi. Beberapa waktu lalu kita temukan produk yang tidak ada izin edarnya di sejumlah supermarket," jelasnya.

Setelah ditelusuri, supermarket itu mendapatkannya dari gudang yang berada di Jalan Otista. Petugas BBPOM menemukan sebelas jenis produk makanan olahan yang tidak ada izin edarnya. "Jumlahnya lebih dari 10 ribu, nilainya Rp 730 juta," kata Abdul.

Kesebelas makanan impor yang tidak ada izin edarnya itu adalah bellamy's organic follow-on formula 2, bellamy's organic toddler milk drink 3, wakodo 850 gram, wakodo milk free soy formula bonlact, happybellies multi grain baby cereal, happypuffs organic superfoods apple puffs, happybaby organic puffs banana, ovomaltine tagliche energie, nutella go, kitkat kemasan hitam, dan kitkat kemasan hijau.

"Tanpa izin edar tidak boleh, selain merugikan negara karena tidak ada pemasukan juga tidak ada yang menjamin mutu makanannya," terang Abdul.

Menurut Abdul, pengelola gudang menjual produknya ke sejumlah supermarket, pabrik rumahan olahan makanan, dan juga secara online. "Tadi kita hanya bertemu dengan penjaga gudangnya saja. Katanya sih mereka mendapatkan produk ini dengan memesan melalui paket secara langsung. Namun kalau dilihat ini kan produknya banyak sekali, jadi itu akan kita teliti," tandas Abdul.

Pihaknya akan segera memanggil pengelola gudang untuk ditanyai. Pengelola gudang terancam hukuman kurungan 2 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar. "Kita punya penyidik PNS, jadi kita bisa melakukan pemberkasan dan menyerahkannya ke kejaksaan," ujarnya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed