Bos Cipaganti Group Dituntut 20 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT

Bos Cipaganti Group Dituntut 20 Tahun Penjara

Tya Eka Yulianti - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 14:27 WIB
Bandung - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andianto Setiabudi, bos Cipaganti Group dengan hukuman selama 20 tahun penjara. Ia dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penghimpunan dana serta penipuan dana nasabah koperasi Cipaganti.

Selain Andianto, tiga terdakwa lainnya yaitu Julia Sri Redjeki, Yulianda Tjendrawati Setiawan dan Cece Kadarisman juga dituntut hukuman yang sama. Selain itu keempat terdakwa juga dituntut untuk membayar denda masing-masing Rp 200 miliar.

"Meminta majelis hakim yang menangani perkara ini untuk menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin Bank Indonesia serta melakukan tindak pidana terpisah yang berdiri sendiri yaitu penipuan. Menjatuhkan olehkarenanya dengan pidana 20 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 200 miliar," ujar JPU di ruang sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kamis (18/6/2015).

Hal-hal yang memberatkan yang menjadi pertimbangan JPU dalam menyusun tuntutan ini yaitu karena terdakwa tidak mengakui perbuatan,keterangan terdakwa berbelit-belit, tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang Rp 3,2 triliun milik nasabah serta para terdakwa tidak menunjukkan penyesalan. Sementara hal yang meringankan tidak ada.

Dalam uraiannya JPU menuturkan bahwa berdasarkan fakta persidangan diperoleh kesimpulan bahwa pengumpulan dana nasabah atau mitra koperasi dilakukan untuk membesarkan perusahaan-perusahaan milik Andianto.

"Dana nasabah dimanfaatkan untuk membesarkan PT Cipaganti, namun tidak ada feedback dari perusahaan yang dimiliki Andianto terhadap koperasi padahal telah mendapatkan penyertaan modal," jelas JPU.

Uang milik nasabah juga disebutkan JPU digunakan untuk kepentingan pribadi serta keperluan lainnya yang tidak seharusnya berasal dari penyertaan modal.

Yang ditawarkan melalui brosur sehingga membuat nasabah tertarik untuk menanamkan modal bukanlah kebenaran. Karena isi brosur didikte oleh Andianto.

Penggunaan modal milik nasabah selama ini dilakukan oleh Andianto yang kemudian dilaksanakan oleh Julia dan Yulianda padahal mereka tahu hal itu salah karena Andianto sebagai pengawas tak berwenang dalam penggunaan dana.

"Hal itu membuat hubungan kerjasama antara pengawas dan pengurus koperasi terlihat jelas," katanya.

Hasil audit penggunaan dana mitra untuk penyertaan modal untuk perusahaan di grup Cipaganti selama 2007-2013 total Rp 2,9 triliun dimana hasil perhitungan auditor tersebut tidak pernah dibantah para terdakwa sehingga bisa dijadikan barang bukti yang sah.

Para terdakwa diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan atau pledoi pada Kamis pekan depan (25/6/2015).

(tya/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT